SISTEM BAHAN BAKAR MOTOR BENSIN DENGAN KARBURATOR
Teori Dasar :
1) Sistem
Bahan Bakar
Sistem bahan bakar adalah
sebuah sistem yang berfungsi untuk mencampur udara dan bahan bakar
selanjutnya mengirim campuran tersebut
dalam bentuk kabut ke ruang bakar.
Dilihat dari cara pemasukan
campuran bahan bakar dan udara tersebut terdapat dua macam.
1. Cara
pertama, masuknya campuran udara dan bahan bakar dengan cara dihisap. Cara
pertama biasa disebut sistem bahan bakar konvensional
2. Cara
kedua masuknya campuran udara dan bahan bakar dengan cara diinjeksikan.
Bahan bakar adalah suatu materi apapun
yang bisa diubah menjadi energi. Biasanya bahan bakar mengandung energi panas
yang dapat dilepaskan dan dimanipulasi. Kebanyakan bahan bakar digunakan
manusia melalui proses pembakaran (reaksi redoks) dimana bahan bakar tersebut
akan melepaskan panas setelah direaksikan dengan oksigen di
udara. Proses lain untuk melepaskan energi dari bahan bakar adalah melalui reaksi eksotermal
dan reaksi nuklir (seperti Fisi nuklir atau Fusi
nuklir). Hidrokarbon (termasuk di
dalamnya bensin
dan solar)
sejauh ini merupakan jenis bahan bakar yang paling sering digunakan manusia.
Bahan bakar lainnya yang bisa dipakai adalah logam radioaktif.
Jenis-jenis bahan bakar
Berdasarkan bentuk dan wujudnya
- Bahan bakar padat
Bahan bakar padat merupakan
bahan bakar berbentuk padat, dan kebanyakan menjadi sumber energi panas.
Misalnya kayu dan batubara. Energi panas yang dihasilkan bisa digunakan untuk
memanaskan air menjadi uap untuk menggerakkan peralatan dan menyediakan energi.
- Bahan bakar cair
Bahan bakar yang berbentuk
cair, paling populer adalah bahan bakar minyak
atau BBM. Selain bisa digunakan untuk memanaskan air menjadi uap, bahan bakar
cair biasa digunakan kendaraan bermotor. Karena bahan bakar cair seperti Bensin bisa dibakar dalam karburator dan menjalankan mesin.
- Bahan bakar gas
Bahan bakar gas ada dua
jenis, yakni Compressed Natural Gas (CNG)
dan Liquid Petroleum Gas (LPG. CNG pada dasarnya terdiri dari metana
sedangkan LPG adalah campuran dari propana, butana dan bahan kimia lainnya. LPG
yang digunakan untuk kompor rumah tangga, sama bahannya dengan Bahan Bakar Gas
yang biasa digunakan untuk sebagian kendaraan bermotor.
Berdasarkan materinya
- Bahan bakar tidak berkelanjutan
Bahan bakar tidak
berkelanjutan bersumber pada materi yang diambil dari alam dan bersifat
konsumtif. Sehingga hanya bisa sekali dipergunakan dan bisa habis keberadaannya
di alam. Misalnya bahan bakar berbasis karbon seperti produk-produk olahan
minyak bumi.
- Bahan bakar berkelanjutan
Bahan bakar berkelanjutan
bersumber pada materi yang masih bisa digunakan lagi dan tidak akan habis
keberadaannya di alam. Misalnya tenaga matahari
Sistem bahan bakar pada motor bensin
Berfungsi untuk :
1. Mengatur perbandingan campuran bahan bakar dan udara
2. Mengatur jumlah pemasukan bahan bakar dan udara ke silinder
3. Merubah bahan bakar cair menjadi gas.
Sistem
bahan bakar pada motor bensin berfungsi untuk menyediakan dan mengatur banyak
sedikitnya campuran bahan bakar secara tepat yang dibutuhkan mesin (engine)
sesuai dengan kondisi dan beban mesin itu sendiri.
Sistem
bahan bakar (fuel system) terdiri dari beberapa komponen utama,
umumnya komponen utama sistem bahan bakar motor bensin terdiri dari tangki
bahan bakar, fuel filter (saringan bensin), pompa dan karburator, serta selang
dan pipa pipa penghubung (fuel line). Pada sebagian mobil ada juga yang
ditambah dengan charcoal canister
yang berfungsi sebagai penyimpan sementara gas HC yang berbahaya pada saat
mesin mati.
Bahan
bakar yang tersimpan di dalam tangki melalui saringan, selang dan pipa hisap.
Bensin yang sebelumnya sudah di saring kemudian dikirim oleh pompa bahan bakar
ke karburator melalui pipa pipa dan selang. Di karburator, bensin dicampur
dengan udara dengan suatu perbandingan tertentu menjadi campuran udara dan
bahan bakar yang dibutuhkan mesin. Di karburator bahan bakar juga di
atomisasikan (di pecah pecah) sehingga menjadi lebih mudah dibakar pada proses
pembakaran.
Aliran bahan bakar pada sistem bahan bakar motor
bensin.
Umumnya
aliran bahan bakar pada sistem bahan bakar motor bensin adalah sebagai berikut
:
Tangki
bahan bakar > Fuel filter > Pompa bahan bakar > Karburator > Intake
Manifold > Ruang bakar.
KARBURATOR
Karburator
berfungsi untuk mengubah bahan bakar yang berbentuk cair menjadi kabut dan
mengalirkannya ke silinder sesuai dengan kebutuhan mesin.
PERISTILAHAN/GLOSSARY
Anti Dieseling yaitu salah satu komponen tambahan pada karburator
untuk mencegah berputarnya mesin setelah kunci kontak dimatikan.
Barrel yaitu saluran masuk pada karburator sebagai tempat bercampurnya udara
dan bahan bakar yang telah dikabutkan dari main nozzle.
Charcoal Canister yaitu salah satu komponen sistem bahan bakar yang
berfungsi untuk menampung uap bensin dari tangki bahan bakar dan dari ruang
pelampung pada karburator, kemudian mengeluarkannya pada saat mesin hidup.
Dashpot yaitu komponen tambahan pada karburator yang untuk memperlambat
penutupan katup gas pada saat pedal gas dilepas dari putaran tinggi.
Deceleration Fuel Cut Off yaitu komponen tambahan pada karburator yang
berfungsi untuk memutus aliran bahan bakar pada saat kendaraan diperlambat.
Economicer Jet yaitu bagian karburator yang terletak pada saluran
stasioner dan kecepatan lambat, berfungsi untuk mempercepat aliran bahan
bakar.
ECU (Electronic Control Unit) yaitu komponen sistem injeksi bahan
bakar elektronik yang berfungsi untuk mengolah signal-signal dari berbagai
sensor untuk selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam menentukan lamanya
injeksi bahan bakar dan mengatur saat pengapian.
EFI (Electronic Fuel Injection) yaitu sistem ijeksi bahan bakar
yang dikontrol secara elektronik. Sistem ini merupakan salah satu jenis sistem
bahan bakar pada motor bensin.
Hot Idle Compensator yaitu komponen tambahan pada karburator yang
berfungsi untuk menambah udara apabila temperatur di sekitar mesin panas.
PTC (Positive Themperature Coefficient) yaitu komponen pada sistem cuk
otomatis yang berfungsi untuk mencegah arus yang berlebihan pada coil pemanas.
Pressure Regulator yaitu komponen siatem EFI yang berfungsi untuk
mengatur tekanan bahan bakar dalam saluran bahan bakar.
Rocker Arm yaitu bagian dari pompa bahan bakar mekanik yang
berfungsi untuk menggerakkan membran melalui batang penarik (pull rod).
Silicon Chip yaitu komponen manifold pressure sensor yang
berfungsi untuk mensensor tekanan udara yang masuk pada sistem EFI.
Sound Scope yaitu alat bantu untuk mendengarkan suara lembut
dalam mesin atau pada sistem bahan bakar.
Injektor (nozzle) yaitu salah satu bagian dari sistem injeksi bahan
bakar yang berfungsi untuk mengabutkan (menyemprotkan) bahan bakar ke dalam
silinder (ruang bakar).
Venturi yaitu bagian yang menyempit pada tabung (saluran masuk udara)
karburator.
Komponen,
Fungsi, dan cara Kerjanya:
2) Komponen
Sistem Bahan Bakar Mekanik
Komponen sistem bahan bakar
konvensional terdiri dari :
a. Tangki bahan bakar.
b. Saluran bahan bakar.
c. Saringan bahan bakar.
d. Charcoal Canister
e.
Pompa bahan bakar.
f.
Karburator.
a).Tangki bahan bakar.
Bagian ini berfungsi untuk menampung
bahan bakar bensin. Umumnya tangki bahan bakar terbuat dari lembaran baja yang
tipis. Penempatan tangki bahan bakar biasanya diletakkan di bagian belakang
kendaraan untuk mencegah bocoran apabila terjadi benturan.
(Gambar Tangki
Bahan Bakar)
b). Saluran bahan bakar
Pada saluran bahan bakar terdapat tiga buah saluran bahan
bakar yaitu :
- Saluran utama yang menyalurkan
bahan bakar dari tangki ke pompa bahan bakar.
- Saluran pengembali yang menyalurkan bahan
bakar kembali dari karburator ke tangki.
- Saluran uap bahan bakar yang menyalurkan
gas HC (uap bensin) dari dalam tangki bahan bakar.
c). Saringan bahan bakar
Berfungsi untuk menyaring kotoran atau
air yang mungkin terdapat di dalam bensin. Dalam saringan terdapat elemen yang
berfungsi untuk menghambat kecepatan aliran bahan bakar, mencegah masuknya air
dan kotoran masuk ke karburator. Partikel kotoran yang besar mengendap di dasar
saringan, sedang partikel yang kecil disaring oleh elemen.
(Gambar Saringan Bahan Bakar)
d) Charcoal Canister
Charcoal Canister berfungsi
untuk menampung sementara uap bensin yang berasal dari ruang pelampung pada
karburator dan uap bensin yang dikeluarkan dasi saluran emisi pada saat tekanan
di dalam tangki naik.
Uap bensin yang ditampung oleh charcoal canister
dikirim langsung ke intak manifold, kemudian ke ruang bakar untuk dibakar pada
saat mesin hidup.
(Gambar charcoal canister)
e). Pompa bahan bakar
Pompa bahan bakar ini berfungsi untuk
memompa bensin dari tangki bensin kedalam karburator.
Pompa bahan bakar tipe mekanik
mempunyai sebuah diafragma yang letaknya tepat ditengah-tengah
1. Bila
rocker arm ditekan oleh nok, diafragma tertarik ke bawah sehingga ruang di atas
diafragma menjadi hampa. Katup masuk terbuka dan katup keluar tertutup sehingga
bahan bakar mengalir ke ruang diafragma.
2. Pada saat
nok tidak menyentuh rocker arm, diafragma bergerak ke atas sehingga katup masuk
tertutup dan katup keluar terbuka sehingga bahan bakar yang berada di ruang
diafragma tertekan keluar menuju ke karburator melalui katup keluar.
3. Bila
bahan bakar yang berada di dalam karburator sudah cukup maka diafragma tidak
tidak terdorong ke atas oleh pegas, dan pull rod pada posisi paling bawah
karena tekanan pegas sama dengan tekanan bahan bakar. Pada saat ini rocker arm
tidak bekerja meskipun poros nok berputar sehingga diafragma diam dan pompa
tidak bekerja.
2. Pompa Bahan Bakar Listrik
Pompa bahan bakar tipe listrik ini
dapat ditempatkan dimana saja dengan tujuan untuk menghindari panas dari mesin.
Namun untuk pompa bensin mesin EFI penempatan pompa bensin listrik berada dalam
tangki bahan bakar dan merupakan alternatif pemasangan pompa yang terbaik,
karena pompa akan terlindung dari kotoran yang menempel, juga bunyi pompa akan
bisa diredam, serta pompa tidak memerlukan perawatan khusus.
(Gambar pompa bahan bakar listrik)
Cara kerja pompa bahan bakar listrik jenis membran:
Apabila kunci kontak pada posisi On, akan terjadi
kemagnetan pada solenoid yang menyebabkan diafragma tertarik ke atas sehingga
bahan bakar masuk melalui katup masuk. Pada saat yang sama platina membuka
karena tuas platina dihubungkan dengan rod sehingga kemagnetan pada solenoid
hilang. Akibatnya diafragma bergerak ke bawah mendorong bahan bakar keluar
melalui katup buang.
f). Karburator
Karburator
adalah komponen pada sistem bahan bakar yang berfungsi untuk mencampur bensin
dengan udara dengan menggunakan perbandingan tertentu.
Adapun macam-macam karburator adalah
sebagai berikut :
(1) Dilihat dari tipe
venturi, karburator dapat dibedakan menjadi 3 yaitu meliputi :
(a) Karburator dengan
venturi tetap (fixed venturi).
Karburator dengan venturi tetap
(fixed venturi) dewasa ini masih banyak digunakan karena konstruksinya
sederhana.
(Gambar
Karburator Dengan Venturi tetap)
(b) Karburator variable
venturi. Karburator variable venturi menggunakan sistem dimana permukaan venturi dikontrol sesuai dengan
banyaknya udara yang dihisap.
(Gambar
karburator variable venturi)
(c) Karburator air valve
venturi Pada karburator air valve venturi, membukanya air valve dikontrol
dengan besarnya udara yang dihisap. Konstruksinya berbeda dengan karburator
variable venturi, tetapi cara kerjanya sama.
(Gambar
karburator air valve venture)
(2) Dilihat dari arah
masuk campuran udara dan bahan bakar :
(a) Karburator arus
turun
Pada karburator arus turun, arah
masuknya campuran udara dan bahan bakar adalah ke bawah (down draft).
Karburator jenis ini banyak digunakan karena tidak ada kerugian gravitasi
(Gambar Karburator Arus Turun)
(b) Karburator arus datar
Pada karburator arus datar,
arah masuknya campuran udara dan bahan bakar adalah ke samping (side draft).
Karburator tersebut pada umumnya digunakan pada mesin yang memiliki output yang
tinggi.
(Gambar karburator arus datar)
(3) Dilihat dari jumlah
barel, karburator dapat dibedakan menjadi:
(a) Karburator single barel.
Pada karburator single barel, semua
kebutuhan bahan bakar pada berbagai putaran mesin dilayani oleh satu barel.
Padahal pada putaran mesin rendah, diameter venturi yang besar akan lebih
lambat menghasilkan tenaga dibanding diameter venturi yang kecil.
(b) Karburator double barel
Pada
putaran rendah, karburator double barel cepat menghasilkan tenaga (output)
karena yang bekerja hanya primary venturi yang mempunyai diameter venturi
kecil. Pada putaran tinggi, baik prymary maupun secondary venturi bekerja
bersama-sama sehingga output yang dicapai akan tinggi karena total diameter
venturinya besar.
(Gambar karburator double barrel)
e). Prinsip Kerja Karburator
Prinsip
dasar karburator sama dengan prinsip pengecatan dengan penyemprotan.
Pada saat
udara ditiup melalui bagian ujung pipa penyemprot, tekanan di dalam pipa akan
turun (rendah). Akibatnya cairan yang ada di dalam tabung akan terhisap keluar
dan membentuk partikel-partikel kecil saat terdorong oleh udara. Semakin cepat
aliran udara, maka semakin rendah tekanan udara pada ujung pipa sehingga
semakin banyak cairan bahan bakar yang keluar dari pipa.
f). Cara Kerja Karburator
Untuk
memenuhi kebutuhan kerjanya, pada karburator terdapat beberapa sistem yaitu :
(1) Sistem
pelampung
(2) Sistem
Stasioner dan Kecepatan Lambat
(3) Sistem
Kecepatan Tinggi Primer
(4) Sistem
Kecepatan Tinggi Sekunder
(5) Sistem Tenaga
(Power System)
(6) Sistem Percepatan
(7) Sistem Cuk
(8) Mekanisme idel cepat
(9) Hot Idle
Compensator
(10) Anti Dieseling
(11) Deceleration Fuel Cut Off System
Untuk mempermudah dalam analisa kerusakan atau gangguan
yang disebabkan karburator, maka perlu diuraikan atau dijelaskan masing-masing
sistem yang ada pada karburator.
(1) Sistem Pelampung
Sistem
pelampung diperlukan untuk menjaga agar permukaan bahan bakar pada ruang
pelampung selalu konstan. Pada ruang pelampung terdapat pelampung (float) dan
jarum pelampung (needle valve).
(Gambar Sistim Pelampung)
(2)
Sistem Stasioner dan Kecepatan lambat
Pada saat
mesin berputar stasioner, bahan bakar mengalir dari ruang pelampung melalui
primary main jet, kemudian ke slow jet, economizer jet, dan akhirnya ke ruang
bakar melalui idle port.
(Gambar Sistem Stasioner dan Kecepatan
lambat)
Kemudian
pada saat pedal gas ditekan sedikit, maka katup gas akan membuka lebih lebar
sehingga aliran bahan bakar dari ruang pelampung tersebut masuk ke ruang bakar
selain melalui idle port juga melalui
slow port.
(3)
Sistem kecepatan Tinggi Primer
Pada saat
pedal gas dibuka lebih lebar, aliran bahan bakar dari ruang pelampung langsung
menuju primary main nozle (nosel utama primer). Sementara dari idel port dan
slow port tidak lagi mengeluarkan bahan bakar karena kevakuman pada idel port
dan slow port lebih rendah dari pada di daerah prymary main nozle.
(Gambar Sistim Kecepatan Tinggi Primer)
Pada saat
pedal gas dibuka lebih lebar, aliran bahan bakar dari ruang pelampung langsung
menuju primary main nozle (nosel utama primer). Sementara dari idel port dan
slow port tidak lagi mengeluarkan bahan bakar karena kevakuman pada idel port
dan slow port lebih rendah dari pada di daerah prymary main nozle.
(4)
Sistem Kecepatan Tinggi Sekunder
Pada saat
pedal gas dibuka penuh, maka katup gas sekunder (secondary throttle valve)
terbuka sehingga bahan bakar keluar selain dari nosel utama primer juga melalui
nosel utama sekunder. Dengan demikian jumlah bahan bakar yang masuk lebih
banyak lagi, karena dari kedua nosel mengeluarkan bahan bakar.
(Gambar Sistim Kecepatan Tinggi
Sekunder)
(5)
Sistem Tenaga
Prymary
high system mempunyai perencanaan untuk pemakaian bahan bakar yang ekonomis.
Apabila mesin harus mengeluarkan tenaga yang besar, maka harus ada tambahan
bahan bakar ke prymary high speed system. Tambahan bahan bakar disuplai oleh
power sistem (sistem tenaga) sehingga campuran udara dan bahan bakar menjadi
kaya (12-13 : 1).
(Gambar Sistim Tenaga)
Apabila katup gas hanya terbuka
sedikit, kevakuman pada intake manifold besar, sehingga power piston akan
terhisap pada posisi atas. Hal tersebut akan menyebabkan power spring (B)
menekan power valve sehingga power valve tertutup.
Apabila
katup gas dibuka lebih lebar, maka kevakuman pada intake manifold akan
berkurang sehingga kevakuman tersebut tidak mampu melawan tegangan pegas power
valve (spring A). Akibatnya power piston akan menekan power valve sehingga
saluran power jet terbuka. Pada keadaan seperti ini bahan bakar disuplai dari
prymary main jet dan power jet.
(6)
Sistem Percepatan
Pada saat
pedal gas diinjak secara tiba-tiba, katup gas akan membuka secara tiba-tipa
pula, sehingga aliran udara akan menjadi lebih cepat. Sementara bahan bakar
mengalir lebih lambat karena berat jenis bahan bakar lebih rendah dari pada
udara sehingga campuran menjadi kurus. Padahal pada keadaan tersebut dibutuhkan
campuran yang kaya. Untuk itu pada karburator dilengkapi dengan sistem
percepatan.
(Gambar sistim percepatan)
Pada saat
pedal gas diinjak secara tiba-tiba, plunger pompa akan bergerak turun menekan
bahan bakar yang ada di ruangan di bawah plunger pompa. Akibatnya bahan bakar
akan mendorong outlet steel ball dan discharge weight, sehingga bahan bakar
keluar melalui pump jet menuju ruang bakar.
Setelah
melakukan penekanan, plunger pump kembali ke posisi semula karena adanya pegas
yang ada di bawah plunger pompa. Akibatnya bahan bakar yang ada di ruang pelampung terhisap
melalui inlet steel ball.
(7)
Sistem Cuk
Pada saat
mesin dingin, bahan bakar tidak akan menguap dengan baik dan sebagian campuran
udara dan bahan bakar yang mengalir akan mengembun pada dinding intake manifold
karena intake manifold dalam keadaan dingin. Keadaan tersebut akan
mengakibatkan campuran udara dan bahan bakar menjadi kurus sehingga mesin sukar
hidup. Sistem cuk membuat campuran udara dan bahan bakar menjadi kaya (1:1)
yang disalurkan ke dalam silinder apabila mesin masih dingin. Ada dua sistem
cuk yang biasa digunakan pada karburator yaitu sistem cuk manual dan sistem cuk
otomatis.
(a) Sistem Cuk
Manual
Pada sistem
cuk manual untuk membuka dan menutup katup cuk digunakan linkage yang
dihubungkan ke ruang kemudi. Apabila pengemudi akan membuka atau menutup katup
cuk cukup menarik atau menekan tombol cuk yang ada pada instrumen panel
(dashboard)
(Gambar sistim cuk manual)
(b) Sistem Cuk
Otomatis
Pada sistem
cuk otomatis, katup cuk membuka dan menutup secara otomatis tergantung dari
temperatur mesin. Pada umumnya sistem cuk otomatis yang digunakan pada
karburator ada dua macam yaitu : sistem pemanas dari exhaust dan sistem
electric.
(Gambar sistim cuk otomatis)
(8)
Mekanisme Idel Cepat
Mekanisme
idel cepat diperlukan untuk menaikkan putaran idel pada saat mesin masih dingin
dan katup cuk dalam keadaan menutup.
(Gambar Mekanisme Idel Cepat)
Apabila
katup cuk menutup penuh dan katup throttle ditekan sekali, kemudian dibebaskan,
maka pada saat yang sama, fast idel cam yang dihubungkan dengan cuk melalui rod
berputar berlawanan arah jarum jam. Kemudian fast idel cam menyentuh cam
follower yang dihubungkan dengan katup throttle sehingga katup throttle akan
membuka sedikit.
(9)
Hot Idel Compensator (HIC)
Apabila kendaraan berjalan lambat dan
temperatur di sekelilingnya tinggi, maka temperatur di dalam komponen mesin
akan naik. Hal tersebut akan menyebabkan bahan bakar dalam ruang pelampung
banyak yang menguap dan masuk ke intake manifold. Akibatnya campuran udara dan
bahan bakar menjadi gemuk sehingga memungkinkan putaran idel kasar. Oleh karena
itu pada karburator perlu dilengkapi dengan HIC untuk mengatasi masalah
tersebut.
(Gambar
Hot idle Compensator)
Pada saat
temperatur mesin naik, maka bimetal membuka thermostatic valve, sehingga udara
dari air horn mengalir ke dalam intake manifold melalui saluran udara dalam
flange sehingga campuran udara dan bahan bakar menjadi normal kembali. Katup
thermostatic mulai membuka apabila temperatur di sekeliling elemen bimetal
telah mencapai 55˚ C dan akan membuka penuh pada temperatur 75˚ C.
(10) Anti
Dieseling
Dieseling
adalah berputarnya mesin setelah kunci kontak dimatikan. Meskipun kunci kontak
telah dimatikan, mesin masih bisa hidup karena pada ruang bakar ada panas (bara
api). Terjadinya proses pembakaran bukan karena nyala api dari busi, tetapi
dari tumpukan karbon (deposit) yang membara.
(Gambar Anti Diseling)
Adapun cara kerja anti dieseling adalah sebagai berikut :
Apabila
kunci kontak di ON kan, maka arus akan mengalir dari baterai ke solenoid
sehingga selonoid akan menjadi magnit. Akibatnya katup tertarik sehingga
saluran pada economiser jet terbuka dan bahan bakar dapat mengalir ke idle
port. Setelah kunci kontak dimatikan, arus yang ke solenoid tidak ada sehingga
kemagnitannya hilang. Akibatnya katup solenoid turun ke bawah karena adanya
pegas sehingga saluran pada economiser jet tertutup. Dengan demikian tidak akan
terjadi dieseling karena bahan bakar tidak dapat mengalir ke idle port.
(Gambar katup selenoid pada anti
dieseling)
(11)
Deceleration Fuel Cut-Off System
Pada saat
deselerasi, throttle valve akan menutup rapat sementara putaran mesin masih
tinggi. Hal tersebut mengakibatkan bahan bakar yang masuk ke ruang bakar lebih
banyak sehingga campuran menjadi gemuk. Untuk itu pada karburator perlu
dilengkapi dengan “Deceleration Fuel Cut-Off System“ yang berfungsi menutup
aliran bahan bakar dari slow port sehingga konsentrasi CO dan HC dapat
diturunkan.
Selama
pengendaraan normal dengan putaran mesin di bawah 2000 rpm, solenoid valve pada
posisi ON. Pada saat ini saluran bahan bakar pada slow port terbuka karena
solenoid mendapat masa dari Emission Control Computer.
(Gambar Deceleration Fuel Cut-Off
System)
Apabila
putaran mesin mencapai 2000 rpm atau lebih,
Emission Control Computer akan menghubungkan arus solenoid ke masa
melalui vacuum switch. Pada saat ini vacuum switch pada posisi ON karena vacuum
pada TP port lebih kecil dari 400 mmHg.
Apabila pada putaran mesin di atas 2000 rpm,
kemudian pedal gas tiba-tiba dilepas (deselerasi) maka vacuum pada TP port akan
lebih besar dari 400 mmHg, vacuum switch akan OFF dan solenoid valve tidak
mendapat masa sehingga solenoid valve menutup saluran bahan bakar yang ke slow
port.
Apabila
putaran mesin mencapai 2000 rpm , maka solenoid valve akan mendapat masa dari
emission control computer kembali sehingga saluran bahan bakar yang ke slow
port dan idle port terbuka dan bahan bakar akan mengalir kembali. Hal tersebut
untuk mencegah mesin mati dan mempertahankan agar mesin dapat hidup pada
putaran idle.
Trouble
Analisis:
·
Tabel Sumber-sumber kerusakan sistem bahan bakar
konvensional (karburator)
|
Permasalahan |
Kemungkinan Penyebab |
Solusi (Jalan Keluar) |
|
Masalah
pada kecepatan rendan
dan stasioner (langsam) |
1.
Pilot air jet tersumbat atau lepas |
1.
Periksa dan bersihkan |
|
2.
Pilot outlet tersumbat |
2.
Periksa dan ganti bila perlu |
|
|
3.
Piston choke tidak sepenuhnya tertutup |
3.
Periksa dan setel |
|
|
4.
Kerusakan pada joint (sambungan) karburator atau sambungan pipa vakum |
4.
Periksa dan ganti bila perlu |
|
Mesin
tidak mau hidup |
1.
Pipa bahan bakar tersumbat |
1.
Periksa dan bersihkan |
|
2.
Starter jet tersumbat |
2.
Periksa dan bersihkan |
|
|
3.
Piston choke tidak berfungsi |
3.
Periksa dan setel |
|
|
4.
Udara masuk dari saluran karburator atau pipa vakum tersumbat |
4.
Periksa dan setel |
|
|
5.
Penyumbatan pada joint antara sarter body dan karburator |
5.
Periksa dan kencangkan karburator |
|
|
Kelebihan
bahan bakar |
1.
Needle valve pada sistem pelampung rusak atau aus |
1.
Ganti |
|
2.
Pegas (spring) pada needle valve patah |
2.
Ganti |
|
|
3.
Permukaan bahan bakar terlalu tinggi atau terlalu rendah |
3.
Setel ketinggian pelampung |
|
|
4.
Terdapat benda atau kotoran di needle valve |
4.
Periksa dan bersihkan |
|
|
5.
Pelampung tidak bekerja dengan semestinya |
5.
Periksa dan setel |
|
|
Permasalahan |
Kemungkinan Penyebab |
Solusi |
|
Masalah
pada kecepatan rendah dan kecepatan tinggi |
1.
Main jet atau main air jet tersumbat |
1.
Periksa dan bersihkan |
|
2.
Needle jet tersumbat |
2.
Periksa dan bersihkan |
|
|
3.
Throttle piston (skep) tidak berfungsi dengan baik |
3.
Periksa throttle piston saat jalan |
|
|
4.
Saringan bahan bakar (fuel filter) tersumbat |
4.
Periksa dan bersihkan |
|
|
5.
Pipa ventilasi bahan bakar tersumbat |
5.
Periksa dan bersihkan |
TROBEL SHOOTING PADA MOTOR BENSIN
Diagnosa
kerusakan dan penyebabnya sebagai berikut :
1.Kasus :
Mesin tidak dapat distar atau sukar distar
Kemungkinan
kerusakan :
1.Motor
stater tidak dapat bekerja atau bekerja perlahan-lahantetapi mesin tidak dapat
distar
Sebab
utama dari kerusakan :
Kekuangan arus listrik dari batterai
Penyambungan
pada terminal-terminal baterai kurang baik
Kesalahan atau kerusakan pada rangkaian listrik atau
tombol stater
Motor starter rusak
2.Poros
mesin tidak berputar, tetapi hanya terdengar bunyi yang jangggal
Sebab
utama dari kerusakan :
Roda gigi pinion dari motor stater terjepit diantara
gigi-gigi dari roda gaya
3.Motor
starter bekerja, tetapi mesin tidak hidup:
Sebab
utama dari kerusakan :
Motor starter rusak
Roda gigi dari roda gaya atau pinion motor starter
rusak
4Motor starter bekerja dengan baik, poros mesin
berputar tetapi mesin tidak dapat bekerja/hidup
Sebab
utama dari kerusakan :
Bensin habis ( periksa tangki bensin)
Terlalu
banyak bensin di dalam ruang baker
Terlalu sedikit bensin di dalam karburator
Karburator
banjir
Mesin
terlampau panas ( kepanasan )
Busi tidak
bekerja dengan baik
Mesin tidak
bekerja dngan halus
2.1.
Pengaturan putaran tanpa beban kurang tepat ( mesin cenderung untuk berhenti
bekerja / mati )
Sebab utama kerusakan :
Penyetelan putaran tanpa beban pada karburator
kurang tepat
Kabel-kabel busi dan distributor tidak terpasang
dengan baik
Satu atau
beberapa busi tidak bekerja dengan baik
2.2.
Akselerasi kurang baik :
Sebab
utama kerusakan :
Sambungan-sambungan dari sistem batang penggerak
katup gas dari pedal gas ke karburator kurang baik
Elemen saringan udara tersumbat
Kekurangan bensin di dalam ruang pelampung
karburator
Saat penyalaan terlalu lambat
Perbandingan campuran bahan bakar dan udara terlalu
kaya atau miskin
Pompa akselerator dari karburator tidak bekerja
dengan baik / rusak
Pengatur vakum dari sistem penyalaan ( pada distributor)
tidak bekerja dengan baik
2.3. Mesin
tidak dapat menghasilkan daya penuh
Sebab
utama kerusakan :
Kesalahan atau kerusakan pada sistem panyalaan
Penyaluran bahan baker kurang tepat
Mesin terlalu panas ( kepanasan )
Kopling
slip
Rem menggesek
Proses kompresi di dalam selinder kurang baik
2.4. Mesin
tiba-tiba mati
Sebab
utama kerusakan :
Penyetelan putaran tanpa beban pada karburator
kurang tepat, saluran bahan bakar tersumbat atau kehabisan bahan baker
Busi-busi tidak bekerja , kabel listrik terlepas,
puuutus, konsleting, terminal baterai kotor.
Kesalahan dalam cara menjalankan kendaraan.
DAFTAR PUSTAKA
http://ardismkn7.blogspot.com/2013/06/sistem-bahan-bakar-bensin.html
DIUNDUH PADA HARI SELASA 16-09-2014 JAM 06:03
http://andekamspdmotor.blogspot.com/2013/04/modul-sistem-bahan-bakar.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Bahan_bakar
http://endunotomotif.blogspot.com/2012/01/trouble-shooting-engine.html
diunduh
pada tanggal 11 oktober 2014 jam 06.18
http://ki-tapunya.blogspot.com/2013/12/sistem-bahan-bakar-pada-mesin-bensin.html
http://1automotif5.blogspot.com/2013/02/memeliharaservis-sistem-bahan-bakar.html


Comments
Post a Comment