SISTEM BAHAN BAKAR DISEL
1. SEJARAH MOTOR
DIESEL
Mesin diesel adalah sejenis
mesin pembakaran dalam; lebih spesifik lagi, sebuah mesin pemicu kompresi,
dimana bahan bakar dinyalakan oleh suhu tinggi gas yang dikompresi, dan bukan
oleh alat berenergi lain (seperti busi).
Gambar
2.1Rudolf Diesel
Mesin ini ditemukan pada
tahun 1892 oleh Rudolf Diesel, yang menerima paten pada 23 Februari 1893.
Diesel menginginkan sebuah mesin untuk dapat digunakan dengan berbagai macam
bahan bakar termasuk debu batu bara. Dia mempertunjukkannya pada Exposition
Universelle (Pameran Dunia) tahun 1900 dengan menggunakan minyak kacang (lihat
biodiesel). Kemudian diperbaiki dan disempurnakan oleh Charles F. Kettering.
2.
PRINSIP KERJA MESIN DIESEL
Motor diesel
dikategorikan dalam motor bakar torak dan mesin pembakaran dalam (internal
combustion engine)Prinsip kerja motor diesel adalah merubah energi kimia
menjadi energi mekanis. Energi kimia di dapatkan melalui proses reaksi kimia
(pembakaran) dari bahan bakar (solar) dan oksidiser (udara) di dalam silinder
(ruang bakar). Pembakaran pada mesin Diesel terjadi karena kenaikan temperatur
campuran udara dan bahan bakar akibat kompresi torak hingga mencapai temperatur
nyala.
Gambar 2.2
mesin diesel
Pada motor diesel ruang bakarnya bisa terdiri dari satu atau lebih
tergantung pada penggunaannya dan dalam satu silinder dapat terdiri dari satu
atau dua torak/. Pada umumnya dalam satu silinder motor diesel hanya memiliki
satu torak.
Tekanan gas hasil pembakaran bahan bakar dan udara akan mendorong torak
yang dihubungkan dengan poros engkol menggunakan batang torak, sehingga torak
dapat bergerak bolak-balik (reciprocating). Gerak bolak-balik torak akan diubah
menjadi gerak rotasi oleh poros engkol (crank shaft). Dan sebaliknya gerak
rotasi poros engkol juga diubah menjadi gerak bolak-balik torak pada langkah
kompresi.
Berdasarkan cara menganalisa sistim kerjanya, motor diesel dibedakan
menjadi dua, yaitu motor diesel yang menggunakan sistim airless injection (solid
injection) yang dianalisa dengan siklus dual dan motor diesel yang menggunakan
sistim air injection yang dianalisa dengan siklus diesel (sedangkan motor
bensin dianalisa dengan siklus otto).

Gambar
2.3 diagram P-V
3. LANGKAH KERJA MESIN DIESEL
Berikut
urutan langkah kerja dari mesin diesel:
1.
Periode pemasukan = 18` = 180` = 48` = 246`
2.
Pemampatan (Kompresi ) = Semua katup trtutup
3.
Expansi = Semua katup tertutup
4.
Pembuangan = 46` = 180` = 18` = 246`

Gambar
2.4Langkah kerja
A
= Katup masuk membuka penuh (246/2) = 123
B
= Katup buang membuka penuh (246/2) = 123
1.
Langkah Masuk
Pada saat langah pemasukan, piston
bergerak dari TMA ke TMB. Dengan bergeraknya piston maka akan menghisap udara
luar. Adapun katup yang membuka adalah katup masuk dan katup buang tertutup.
2.
Langkah Kompresi
Setelah piston mengadakan atau
pemasukan maka piston akan bergerak dari TMB ke TMA, gerakan ini dimaksudkan
agar udara yang ada di ruang bakar segera dikompresikan atau dipampatkan.
Adapun katup masuk dan katup buang dalam keadaan tertutut dengan demikian udara
tidak akan keluar.
3.
Langkah Tenaga atau Pembakaran
Pada saat langkah kompresi maka
langkah piston TMA bahan bakar yang berada dalam nozel disemprotkan dalam ruang
bakar berupa kabut , maka dengan sendirinya akan terjadi pembakaran. Dari
proses ini lah akan terdorong piston dari TMA ke TMB sedang katup masuk dan
buang masih dalam keadaan tertutup.
4.
Langkah Buang
Setelah
langkah terakhir maka piston akan bergerak dari TMB ke TMA, dengan gerakan piston
ini maka akan mendorong gas hasil pembkaran pada saat langkah tenaga, pada saat
ini katup buang membuka sedang katup masuk akan tertutup.
5.
Waktu Injeksi
Injeksi
dimulai pada saat piston dalam keadaan 62` sebelum TMA dan langkah diakhiri 18`
sesudah TMA. Diantara 60` sebelum TMA dan sesudah TMA digunakan injector untuk
injeksi kan bahan bakar didalam ruang bakar itu sendiri.
4. JENIS MESIN
DIESEL
a)
Mesin diesel Silinder satu garis.
jenis mesin diesel Ini merupakan pengeturan yang
paling sederhana, dengan semua silinder sejajar, satu garis (inline) seperti
dalam gambar 1-2 . Konstruksi ini biasa digunakan untuk mesin diesel yang
mempunyai silinder sampai delapan. Mesin diesel satu baris biasanya mempunyai
silinder vertikal. Tetapi mesin diese ldengan silinder horisontal digunakan
untuk bus. Mesin diesel seperti ini pada dasarnya adalah mesin vertikal yang
direbahkan pada sisinya untuk mengurangi beratnya.
b)
Mesin diesel Pengaturan –V
Kalau jenis mesin diesel mempunyai lebih dari
delapan silinder, sulit untuk membuat poros engkol dan rangka yang tegar dengan
pengaturan satu garis. Pengaturan –V (gambar 1-3 a) dengan dua batang engkol
yang dipasangkan pada pena engkol masing-masing, memungkinkan panjang mesin
dipotong setengahnya jhingga lebih tegar, dengan poros engkol lebih kaku. Iini
merupakan pengaturan yang paling umum untuk mesin diesel dengan derlapan
sampai enambelas silinder. Silinder yang terletak pada satu bidang disebut
sebuah bank; sudut a antara dua bank bervariasidari 30 sampai 120 derajat,
sudut yang paling umum adalah antara 40 dan 70 derajat.
c)
Mesin diesel Radial
jenis mesin diesel radial Mempunyai silinder yang
semuanya terletakpada satu bidang dengan garis tengahnya berada pada sudut yang
sama dan hanya ada satu engkol untuk tempat memasangkan semua batang engkol.
Mesin jenis mesin diesel ini dibangun dengan lima, tujuh, sembilan dan sebelas
silinder.
d)
Mesin diesel Datar.
Pengaturan jenis mesin diesel semacam ini digunakan
untuk bus dan truk.
e)
Unit Mesin diesel Jamak.
Berat tiap daya kuda, yang disebut berat mesin diesel
spesifik, makin besar dengan makin bertambahnya ukuran mesin diesel , lubang
dan langkah mesin diesel. Untuk mendapatkan mesin dengan keluaran daya sangat
tinggi tanpa menambah berat spesifiknya, maka dua dan empat mesin lengkap, yang
memiliki enam atau delapan silinder masing-masing dikombinasikan dalam satu
kesatuan dengan menghubungkan tiap mesin diesel kepada poros penggerak
utama s (gb1- 4a dan b) dengan bantuan kopling dan rantai rol atau kopling dan
roda gigi.
f)
Mesin diesel torak berlawanan
Mesin diesel derngan dua torak tiap silinder yang
menggerakkan doa poros engkol digunakan dalam kapal dan ketreta rel.
Disainya menunjukan banyak keuntungan dari pembakaran bahan bakar,
menyeimbangkan masa ulak-alik, pemeliharaan mesin dan mudah dicapai.
5. KELEBIHAN DAN
KEKURANGAN MESIN DIESEL
Mesin
diesel lebih besar dari mesin bensin dengan tenaga yang sama karena konstruksi
berat diperlukan untuk bertahan dalam pembakaran tekanan tinggi untuk
penyalaan. Dan juga dibuat dengan kualitas sama yang membuat penggemar
mendapatkan peninkatan tenaga yang besar dengan menggunakan mesin turbocharger
melalui modifikasi yang relatif mudah dan murah. Mesin bensin dengan ukuran
sama tidak dapat mengeluarkan tenaga yang sebanding karena komponen di dalamnya
tidak mampu menahan tekanan tinggi, dan menjadikan mesin diesel kandidat untuk
modifikasi mesin dengan biaya murah.
Kekurangannya hanya terletak suara yang
berisik juga pada bobot dan dimensi yang 2x lebih berat & besar dr mesin
bensin, dikarenakan komponen mesin diesel yang di design kuat untuk menahan
kompresi tinggi, begitu juga akselerasi yang lemot namun bisa di perbaiki
melalui penambahan Turbo ato Supercharger
Penambahan turbocharger atau supercharger
ke mesin meningkatkan ekonomi bahan bakar dan tenaga. Rasio kompresi yang
tinggi membuat mesin diesel lebih efisien dari mesin menggunakan bensin.
Peningkatan ekonomi bahan bakar juga berarti mesin diesel memproduksi karbon
dioksida yang lebih sedikit.
6. SISTEM BAHAN
BAKAR MESIN DIESEL
sistim
pengaliran bahan bakar:
1) Tangki bahan bakar yang
mempunyai fungsi untuk menyimpan bahan bakar sementara yang akan digunakan
dalam penyaluran
2) Feed pump (priming pump)
atau pompa penyalur berfungsi untuk mengalirkan bahan bakar dengan cara memompa
bahan bakar dari tangki dan mengalirkannya ke pompa injeksi
3) Fuel filter biasanya
terdapat 2 (dua) yaitu pada bagian sebelum feed pump yang dilengkapi pula
dengan water separator yang berfungsi untuk memisahkan air dalam sistim dan
setelah feed pump yang berfungsi untuk menyaring kotoran yang terdapat pada
bahan bakar untuk menjaga kualitas bahan bakar
4) Pompa injeksi yang
berfungsi untuk menaikkan tekanan sehingga bahan bakar dapat dikabutkan oleh
nozzle, menakar jumlah bahan bakar yang dibutuhkan oleh engine dan mengatur
saat injeksi sesaui dengan putaran motor
5) Automatic timer yang
terpaang pada bagian depan pompa injeksi yang berhubungan dengan timing gear
berfungsi untuk memajukan saat injeksi sesuai dengan putaran motor
6) Governor terpasang pada
bagian belakang pompa injeksi yang berfungsi sebagai pengatur jumlah injeksi
bahan bakar sesuai dengan pembebanan motor.
7) Pengabut (Nozzle) berfungsi
untuk mengabutkan bahan bakar agar mudah bercampur dengan oksigen sehingga
mudah terbakar dalam silinder
8) Pipa tekanan tinggi terbuat
dari bahan baja yang berfungsi untuk mengalirkan bahan bakar bertekanan tinggi
dari pompa injeksi ke masing-masing pengabut
9) Busi pijar atau busi
pemanas (glow plug) berfungsi untuk memanaskan ruangan pre chamber pada saat
mulai start. Dengan merubah energi listrik dari battery menjadi energi panas
10) Battery (aki) berfungsi sebagai sumber
energi listrik yang mensupply energi yang dibutuhkan oleh busi pijar untuk
memanaskan ruangan pre chamber
11) Kunci kontak (ignition switch) berfungsi
sebagai saklar utama pada ssistim kelistrikan kendaraan
12) Relay yang berfungsi sebagai pengaman dan
pengatur saat pemanasan ruang pre chamber
Source :
Bosch Gmbh, 2000
Gambar 9 Skema aliran bahan bakar dengan pompa injeksi
jenis in-line
Skema aliran bahan bakar pada pengaliran dengan pompa
injeksi in-line ini terlihat pada gambar diatas sebagai berikut :
Fuel tank –
feed pump – fuel filter – injection pump – nozzle – injection pump – fuel
filter
7. Komponen Sistem
Bahan Bakar Mesin Diesel
Ø
Fuel Tank
Tangki bahan bakar (fuel tank) berfungsi untuk menyimpan
bahanbakar, terbuat dari plat baja tipis yang bagian dalamnyadilapisi anti
karat. Dalam tangki bahan bakar terdapat fuel sender gauge yang berfungsi untuk
menunjukkan jumlah bahan bakar yang ada dalam tangki dan juga separator yang
berfungsi sebagai damper bila kendaraan berjalan atau berhenti secara tiba-tiba
atau bila berjalan di jalan yang tidak rata. Fuel inlet ditempatkan 2-3 mm dari
bagian dasar tangki, ini dimaksudkan untuk mencegah ikut terhisapnya kotoran
dan air.

Gambar 2.5 tanki bahan bakar
Bagian
– bagian fuel tank
1.
tutup
tanki
tutup
tanki ini di lengkapi dengan lubang pernapasan yang berfungsi untuk mencegah kevakuman dan tekanan yang
berlebihan di dalam tanki, pada lobang pengisian biasanya dilengkapi strainer
yang berfungsi menyaring kotoran yang terbawa oleh bahan bakar.
2.
drain
valve
adalah
lubang untuk menguras tanki atau untuk mengeluarkan kotoran/ air yang mengendap
pada tanki.
3.
Stand
pipe
Adalah
pipa hisap transfer pump yang ujungnya diletakkan kurang lebih 5m di atas dasar
tanki agar endapan kotoran/air tidak masuk ke dalam sistem.
4.
Buffle
Adalah
penyekat yang berfungsi untuk menjaga permukaan bahan bakar pada stand pipe
selalu stanby pada saat mesin beroperasi pada nedan yang bergelombang.
Ø
Water Separator
Adalah komponen yang berfungsi menyaring
partikel kotoran yang kasar/air agar tidak ikut terbawa bahan bakar ke dalam
sistem, dengan tujuan melindungi Transfer Pump dari partikel kasar/melindungi
komponen dari kemungkinan karat.
Elemen
filter ini terbuat dari strainer/kawat- kawat halus yang bisa di bersihkan,
sedangkan untuk water separatornya digunakan hanya untuk sekali pakai.

Gambar 2.6 water separator
Ø
Pompa
Injeksi ( Fuel Injection Pump )
Adalah suatu komponen yang berfungsi untuk
mendistribusikan bahan bakar dengan tekanan tinggi kedalam masing- masing
silinder melalui injektor sesuai jumlah yang di butuhkan dan waktu yang tepat
serta urutan pembakaran . pompa injeksi masih dibedakan lagi menjadi dua model,
yaitu:
a.
Pompa
injeksi tipe inline
Pompa injeksi inline banyak digunakan pada
mesin diesel yang bertenaga besar karena pompa injeksi mempunyai kelebihan yaitu
tiap satu pompa melayani satu silinder, elemen pompa yang terdiri dari satu
silinder dan plunger keduanya sangat presisi sehingga celah antara plunger
dengan silinder sekitar 1/1000 mm, ketelitian ini sangat baik untuk mencegah
terjadinya kebocoran saat injeksi walaupun pada putaran rendah, sebuah alur
diagonal yang disebut alur pengontrol adalah bagian dari plunger yang di potong
pada bagian atas. Alur ini berhubungan dengan bagian atas plunger oleh sebuah
lubang

Gambar
2.7 pompa injeksi inline
Elemen Pompa Injeksi Inline ( Injection Pump
Element )
Ø Plunger
Jenis Plunger menurut tpenya digolongkan
atas :
1.Jenis tipe normal
2.Jenis tipe Counter
Kedua tipe plunger
ini sama pekerjaannya hanya berbeda caranya.
Silinder mempunyai
2 buah lubang :
1.Lubang pintu pemasukan (
Inlet port )
2.Lubang pintu simpangan/
pembocoran ( Spill Port )

Gambar 2.8 kerja plunger
·
Gambar Pertama ( paling
kiri ) adalah gambar saat bahan bakar masuk ke silinder ( Barrel ) saat Plunger
Posisi TMB
·
Gambar kedua ( Tengah )
adalah Plunger melangkah naik, bahan bakar di atas
plunger bertekanan tinggi membuka delivery valve, melalui pipa
bertekanan tinggi,
·
Gambar ketiga ( paling
kanan ) adalah Ketika Helix ( Alur ) pada plunger bertemu dengan lubang by
pass, tekanan di atas plunger hilang karena bahan bakar dibocorkan lewat by
pass dan tekanan menurun
Delivery valve kembali tertutup rapat
karena ada pegas, sehingga bahan bakar yang ada di pipa saluran ke injector
tidak bias kembali ke pompa injeksi.

Gambar
2.9 posisi grove
·
Tidak ada penyaluran
bahan bakar
Ketika plunger bergerak ke atas,pinggir
atas plunger terbuka terhadap lubang barrel atau spil port hingga control helix
membuka lubang barrel. Akibat tekanan tidak terjadi terhadap ruang tekanan,
karenanya tidak ada bahan bakar yang disalurkan.
·
Penyaluran bahan bakar
sebagian
Ketika plunger bergerak ke atas, plunger
menutup lubang dan akan memuali menjalankan bahan bakar dari lubang yang ada
dalam posisi tertutup. Tetapi penyaluran terhenti dengan terbukanya lubang
barrel oleh control Helix sesaat kemudian. Gerakan plunger pada periode
penyaluran bahan bakar inilah yang disebut “ Langkah Efektif “
·
Penyaluran bahan bakar
secara maksimal
Penyaluran bahan bakar
secara maksimal akan tercapai saat plunger sampai pada langkah efektif
maksimum.
Ø Rack/Sleeve
Adalah komponen yang fungsinya menentukan
jumlah konsumsi fuel yang akan diinjeksikan ke dalam silinder, sesuai dengan
gerakan:
·
Rack : bergerak ke kanan
dan ke kiri untuk menentukan posisi plunger saat dilakukan perubahan konsumsi
fuel yang akan diinjeksikan
·
Sleeve : Bergerak naik
dan turun untuk menentukan posisi plunger saat diperlukan perubahan
konsumsi fuel yang akan diinjeksikan
B. pompa injeksi tipe Rotary
Pompa
injeksi rotary dirancang menggunakan plunger tipe tunggal untuk mengatur banyaknya bahan bakar yang di injeksikan
dengan tepat dan pemberian bahan bakar ke setiap silinder mesin sesuai dengan
urutan penginjeksiannya. Kelebihan pompa injeksi rotary sendiri antara lain
yaitu:
a. Kompak
dan ringan karena hanya 4,5 kg dan komponennya hanya sedikit jumlahnya
b. Mampu
digunakan untuk mesin diesel putaran tinggi
c. Seragam
dalam jumlah penginjeksian bahan bakar
d. Mudah
dalam menghidupkan mesin & memiliki putaran idle yang stabil
e. Mudah
dalam penyetelan jumlah bahan bakar yang di injeksikan
f.
Dilengkapi dengan
solenoid penghenti bahan bakar
g. Konstruksinya
dirancang sedemikian rupa sehingga jika terjadi mesin berputar balik pompa
tidak akan memberikan bahan bakar ke silinder

Gambar 2.15 Pompa injeksi rotary
Ø SOLENOID
Dalam menghentikan
semua jenis motor diesel diperlukan suatu metode penghentian penyaluran bahan bakar pada injektor, yang
berarti akan menghentikan motor. Pada kebanyakan motor diesel kendaraan kecil
hal tersebut dilakukan dengan cara menggunakan sebuah selenoid listrik yang
dikontrol oleh saklar pengapian dan jika selenoid pada
posisi bekerja maka tidak ada aliran bahan bakar yang masuk ke plunger pump
sehingga tidak ada bahan bakar yang diinjeksikan.

gambar2.16 Selenoid
Ø Cara kerja
Pada saat kunci kontak on, arus mengalir kekumparan solenoid, medan
magnet yang ditimbulkan menarik inti besi kedalam kumparan, katup membuka,
dengan demikian solar mengalir masuk keruang tekanan tinggi ®
mesin siap dihidupkan.
Pada saat kunci off, medan magnet hilang, pegas mendorong inti besi
keluar ® katup menutup.bahan bakar, solar
terhenti, Ü motor mati
Ø Delivery valve
Delivery valve adalah katup yang berfungsi
memberikan tekanan tinggi bahan bakar ke injector melalui pipa tekanan tinggi dan
mencegah aliran balik bahan bakar dari pipa bertekanan tinggi ke barrel.

Gambar2.17
Delivery valve
Bahan bakar yang terkompresikan oleh tekanan tinggi oleh plunger
mendorong delivery valve ke atas dan bahan bakar menyembur keluar. Segera
setelah bahan bakar terkompresikan dengan sempurna, delivery valve akan kembali
ke posisi semula karena dorongan dari valve spring untuk menutup lubang bahan
bakar (fuel Passage), dengan demikian dapat mencegah kembalinya bahan bakar.
Delivery valve bergerak turun sampai permukaan valve seat ditahan dengan
kuat. Selama langkah ini bahan bakar ditarik kembali ke injection pipe,
seketika itu juga menurunkan residual pressure antara delivery valve dan
nozzle. Penarikan tersebut memperbaiki akhir peninjeksian dan sekaligus
mencegah menetesnya bahan bakar setelah penginjeksian.
Ø Mechanic pengatur
Kecepatan ( Mechanical Governor )
Fungsi Governor adalah :
1.
Mengatur putaran engine
agar konstan
2.
Merubah putaran engine
sesuai dengan power yang dinginkan
3.
Mengatur respon engine
Fungsi dari governor adalah mengatur secara otomatis pemberian bahan
bakar sesuai dengan beban mesin. Mnurut mekanismenya governor dapat dibagi
menjadi 2 yaitu jenis pneumatic dan sentrifugal dan menurut fungsinya dapat
dibedakan antara jenis kecepatan dan jenis semua kecepatan. Jumlah bahan bakar
yang disemprotkan diatur menurut posisi control rack yang diatur oleh governor.
Seperti yang ditunjukan pada gambar, governor terdapat dua ruangan yang
dibatasi diafragma, Ruang A dihubungan oleh selang venture yang menghadap ke
saringan udara dan ruangan B dihubungkan ke Intake manifold atau venturi
tambahan. Salah satu ujung diafragma berkaitan dengan Control rack dan selalu
ditahan oleh pegas utama ke arah penyemprotan yang banyak. Bila mesin sudah
bekerja diafragma bergerak akibat perbedaan tekanan pada saringan udara dan
venture tambahan dan pengontrolan bahan bakar diperoleh dari keseimbangan
antara diafragma dan pegas utama
Bagian-Bagian dari Governor :
·
Drive
Gear
Adalah
komponen yang dapat mendeteksi/mengetahui putaran engine
·
Flyweight
Adalah
komponen yang berfungsi merubah gaya putar engine menjadi gaya translasi
·
Governor
Spring
Adalah
spring yang berfungsi membalance atau mengimbangi gaya translasi flyweight
sehingga didapatkan posisi posisi tertentu yang stabil sesuai dengan putaran
engine
·
Lever
Adalah
bagian yang di yang dihubungkan secara mekanis dengan pedal throttle untuk
mengatur speed ( menambah/mengurangi ) putaran/power engine
·
Output
Linkage
Adalah
bagian yang dihubungkan dengan mekanisme perubahan jumlah konsumsi fuel pada
injection pump

Gambar 2.10 Konstruksi governor
Governor yang terpasang pada pompa injeksi digunakan untuk mengatur
kecepatan mesin. Kecepatan mesin ini sebanding dengan mengalirnya bahan bakar
ke dalam silinder ruang bakar
Pada governor mekanik, pengaturan injeksi
bahan bakarnya sesuai dengan kerja governor yang bekerja berdasarkan gaya
sentrifugal. Plunger dari pompa injeksi berputar oleh gerakan dari batang
gerigi pengatur bahan bakar ( Control Rod ), dengan demikian mengatur jumlah
bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam silinder.
Control Rod dihubungkan ke governor melalui floating lever. Bila putaran
mesin naik, batang gerigi pengatur bahan bakar bergerak mengurangi jumlah bahan
bakar yang di injeksikan. Bila putaran mesin turun, batang gerigi pengatur
bahan bakar ( Control Rod ) bergerak menambah bahan bakar yang di injeksikan.
Dengan demikian governor adalah suatu mekanisme untuk lever ratio dari floating
lever.
Jika mesin berputar idling, gaya sentrifugal dari bobot Flyweight adalah
kecil. Jika gaya sentrifugal ini tidak cukup besar untuk mengatasi tahanan dari
batang gerigi pengatur bahan bakar ( control Rod ) mesin dapat mati.
2. Cara Kerja
Governor Sentrifugal Jenis RQ
Batang pengatur ditekan lebih
dari maksimum (posisi start), Plunyer diputar maksimum, langkah efektif paling
besar . Dengan demikian volume penyemprotan menjadi paling banyak. Bobot
sentrifugal membuka karena pedal gas pada posisi maksimum.
Setelah mesin hidup pedal gas dilepas, batang pengatur kembali ke
posisi putaran idle.
Plunyer diputar sedikit, volume
penyemprotan juga sedikit. Bobot sentrifugal membuka tergantung pada putaran
mesin. Putaran mesin naik, bobot sentrifugal membuka dan volume injeksi
diperkecil. Putaran mesin turun, bobot sentrifugal menutup dan volume injeksi
diperbesar.
c). Posisi putaran
menengah
Pada putaran menengah posisi
batang pengatur hanya ditentukan oleh sopir. Pedal gas sedikit ditekan, putaran
mesin naik diatas putaran idle, bobot sentrifugal membuka bebas dari pegas
pengatur putaran idle dan terletak pada pegas putaran maksimum.
Dengan demikian pada posisi putaran menengah governor tidak bekerja.
d). Pembatasan
putaran maksimum
Batang pengatur pada posisi
maksimum, putaran mesin juga maksimum. Bobot sentrifugal membuka sesuai dengan
putaran maksimum. Apabila putaran mesin lebih tinggi dari putaran maksimum,
bobot sentrifugal membuka penuh maka batang pengatur tertarik ke arah stop
sedikit dengan demikian governor dapat membatasi putaran maksimum.
e). Pegas pengatur
governor jenis RQ
Gambar 2.11 pegas pengatur
Pada governor jenis RQ pegas
pengatur dipasang menjadi satu dengan bobot sentrifugal Pegas pengatur terdiri
dari 3 buah pegas yang berfungsi untuk mengatur putaran idle dan putaran maks.
Pada putaran idle, pengaturan dilakukan oleh pegas bagian luar (pegas idle).
Bobot sentrifugal membuka tergantung dari putaran idle dan dapat membuka
tergantung dari putaran idle dan dapat membuka maksimum = 6 mm
Pada pembatasan putaran maksimum, diatur oleh semua peges pengatur
bobot sentrifugal membuka maksimum = 5 mm dari posisi gambar B ( lihat gambar)
B. Governor Sentrifugal Jenis RSV
Governor sentrifugal jenis RSV adalah
satu governor yang dapat meregulasi setiap putaran mesin (putaran idle sampai
putaran maksimum). Huruf V (verstell) berarti penyetel/pemindah.Pada governor
sentrifugal jenis RSV hanya terdapat satu pegas tarik sebagai pengatur yang
terpasang diluar bobot sentrifugal.
1. Nama bagian-bagian utama
Gambar
2.16 governor tipe RS
1. Pegas start
2. Tuas penyetel
3. Tuas tarik
4. Tuas antar
5. Pegas pengatur
6. Pegas tambahan ( idle )
7. Tuas pengatur
8. Bantalan antar
9. Bobot sentrifugal
10. Tuas ayun
11. Batang pengatur
2. Cara kerja governor sentrifugal jenis RSV
Pada
saat mesin belum hidup, batang pengatur selalu pada posisi start karena tarikan
dari pegas start.Dengan demikian mesin dapat lebih mudah dihidupkan walaupun
tuas penyetel pada posisi idle.
b. Posisi idle
Tuas penyetel pada posisi putaran idle.
Pegas pengatur tertarik sedikit bobot sentrifugal membuka tergantung putaran
idle dan kekuatan pegas pengatur.
Putaran mesin naik, bobot sentrifugal membuka, volume injeksi diperkecil.
Putaran mesin turun, bobot sentrifugal menutup volume injeksi diperbesar
Supaya putaran idle dapat
stabil, maka untuk meregulasi putaran dipasang pegas tambahan untuk putaran
idle.
c. Regulasi pada putaran menengah
Tuas penyetel pada posisi
putaran menengah, pegas pengatur tertarik kuat, batang pengatur bergerak kearah
maksimum, bobot sentrifugal masih sedikit terbuka. Dengan demikian volume
injeksi menjadi besar / banyak, putaran mesin naik. Bobot sentrifugal membuka.
Apabila gaya sentrifugal lebih besar dari kekuatan pegas. Dengan demikian
pengatur tertarik kearah volume injeksi yang kecil / sedikit sampai terjadi
keseimbangan antara gaya sentrifugal dengan kekuatan pegas pengatur.
d. Posisi putaran maksimum dan pembatasan
Tuas penyetel pada posisi maksimum pegas
pengatur tertarik penuh. Volume injeksi banyak putaran mesin tinggi dan bobot
sentrifugal membuka. Putaran maksimum dapat tercapai apabila gaya sentrifugal
sebanding dengan kekuatan pegas pengatur.
Putaran mesin bertambah naik bobot
sentrifugal membuka tambah kuat batang pengatur tertarik kearah stop / sedikit.
Ø Injektor
Adalah komponen yang bertugas untuk
mengkabutkan bahan bakar ke dalam ruang silinder sesuai waktu yang di yang
tepat agar terjadi pembakaran yang sempurna.

Gambar 2.17 injektor
Pembukaan injector ada berbagai macam cara
antara lain menggunakan tekanan bahan bakar solar yang tinggi, menggunakan
solenoid, dan menggunakan cam. Tetapi yang banyak digunakan pada motor diesel
pada umumnya menggunakan tekanan solar yang tinggi karena lebih sederhana dan
lebih mudah.

Gambar 2.18 Nozzle


Gambar 2.19bagian injeksi

Gambar 2.20 Needle valve
Cara
kerja injector:
Bahan bakar dari pompa tekanan tinggi masuk
ke injector, karena penampung injector berbebtuk kerucut sehingga ada tekanan
ke atas dari bahan bakar untuk melawan tekanan dari pegas, bila pegasnya kalah
maka bahan bakar akan menyembur lewat
celah yang ada dan berupa kabut karena tekanannya tinggi. Ini berlangsung
selama tekanan bahan bakar melebihi tekanan pegas.
Ø Pompa Pengalir Jenis
Torak

Gambar 2.21 Pompa pengalir jenis torak
Nama – nama bagian :
1. Pompa tangan
2. Katup hisap
3. Katup tekan
4. Penumbuk rol
5. Rumah pompa
6. Torak / piston
7. Pegas
8. Saringan kasa
9. Tabung gelas
10. Nipel hisap
11. Nipel tekan
Ø
Pompa pengalir kerja
tunggal
a)
Langkah antara

Gambar 2.22 Langkah antara
Cara kerja :
Penumbuk rol ditekan kebawah oleh
eksentrik, volume dibawah torak menjadi kecil, katup tekan membukaSolar
mengalir keruang diatas torak karena, volume diatas torak menjadi lebih
besarPada langkah ini tidak terjadi pengisapan dan penekanan solar.
b) Langkah isap dan tekan

Gambar 2.23 langkah isap
Cara kerja :
Eksentrik tidak menekan penumbuk rol,
torak ditekan keatas oleh pegas,Volume dibawah torak menjadi besar katup hisap
membukaSolar dihisap dari tangki lewat saringan kasa, volume diatas torak
menjadi lebih kecil, katup tekan menutup, solar ditekan kesaringan halus.
Ø
Pompa pengalir kerja ganda
a) Langkah melawan pegas

Cara kerja :
Penumbuk rol ditekan oleh
eksentrikVolume dibawah torak menjadi lebih kecil, solar mengalir keluar melalui
KT1 volume diatas torak menjadi lebih besarSolar mengalir melalui KI2 kedalam
ruang atas torak.
b) Langkah pengembali

Cara kerja :
Torak bergerak keatas karena tekanan
pegas, volume diatas torak menjadi lebih kecil, solar mengalir keluar melalui
KT2 volume dibawah torak menjadi lebih besar, solar mengalir dari tangki
melalui KI1 keruang dibawah torakPompa ini digunakan untuk motor Diesel besar.
Ø Pompa pengalir sistem membran

Gambar
2.24 bagian pompa jenis membran
1. Tuas
2. Pegas
3. Katup masuk / hisap
4. Katup buang / tekan
5. Membran

Gambar 2.25 Pompa pengalir jenis torak
Cara kerja :
Tuas ditekan oleh eksentrik. Membran turun kebawah,Volume diatas membran
menjadi besar, katup hisap membuka, solar masuk keruang diatas membran
Langkah tekan

Cara kerja :
Membran bergerak keatas karena
tekanan pegas volume diatas membran menjadi kecil, katup tekan akan membuka,
solar ditekan keluar melalui katup tekan
Pedoman Pemasangan dan Penyetelan Roda Gigi
TIming Pada Motor Diesel
Guna:
- mempersatukan gerak putar antara roda gigi poros
engkol, roda gigi poros bubungan, roda gigi idler dan roda gigi pompa
bahan bakar.
- menyesuaikan gerakan piston dalam silinder dengan
terbuka atau tertutup katup - katup dalam melaksanakan dasar kerja motor
tersebut.
Pedoman
pemasangan atau penyetelan:
- Pasang
poros engkol ( crankshaft ) dengan komponen piston selengkapnya.
- Pasang
poros bubungan (camshaft) dengan mekanik katup selengkapnya.
- Putarlah
poros engkol dengan maksud menentukan piston pada silinder pertama dan
piston lawannya tepat di titik mati atas (TMA).
- Putar
poros bubungan menurut hubungannya, untuk hubungan tandwiel diputar ke
arah ke kiri dan untuk hubungan ketting diputar ke kanan. Dengan maksud
untuk membuat keadaan piston silinder pertama dalam proses pembakaran dan
untuk piston lawannya dibuat dalam keadaan over lapt artinya akhir langkah
buang dilanjutkkan awal langkah hisap.
- Periksa
silinder pertama, di mana katup masuk dan katup buang dalam keadaan
tertutup rapat.
- Untuk
piston lawannya ditentukan katup mulai membuka dan katup buang mau
menutup. Dalam hal ini harus diingat urutan pembakaran (firing order) dari
mesin tersebut.
- Pasang
roda gigi timing poros engkol dan roda gigi timing poros bubungan serta
roda gigi idler serta pompa bahan bakar secara bersamaan menurut
hubungannya.
Dalam
pemasangan roda gigi timing tersebut perhatikan tanda - tanda pada tiap gigi
harus sama antara satu dan lainnya.
Sistem Bahan Bakar Motor Diesel ( Bagian 2 )
Bagian -
bagian dari elemen pompa penekan bahan bakar
Keterangan:
A - Saluran
pengeluaran bahan bakar
B - Katup penyetop
C - Pegas katup
pelepas
D - Katup pelepas
/ delivery valve
E - Cincin mangkuk
/ washer
F - Kedudukan
katup pelepas / delivery valve seat
G - Silinder
tempat kedudukan plunyer
H - Plunger
- Plunger
dan silinder kedua bagian ini harus selalu bekerja sama, plunger bergerak
naik dan turun pada silinder dan silinder bekerja sebagai torak.
- Jenis
plunger :
- jenis type normal
- jenis type counter helix plunger
Kedua tipe plunger ini sama pekerjaannya hanya berbeda
caranya.
- Silinder mempunyai 2 buah lubang:
- Lubang pintu pemasukan ( inlet port)
- Lubang pintu simpangan / pembocoran ( spill
port)
Keterangan lanjutan :
J - Tempat
pengunci plunger / pelat pemutar
K - Tabung pemutar
plunyer
L - Batang
pengatur bahan bakar
M - Packing karet
N - Cincin mangkok
/ washer
O - Gigi pemutar
plunger
Prinsip
kerja pompa penekan bahan bakar
Pada motor diesel tiap - tiap silinder
motor tersebut biasanya mempunyai satu kelengkapan pompa penekan bahan bakar
umpama motor 1 silinder mempunyai 1 buah kelengkapan pompa penekan bahan bakar,
dan untuk motor 4 silinder mempunyai 4 kelengkapan pompa penekan, demikian pula
untuk motor 6 silinder dan seterusnya.
- Plunger
bertugas menekan bahan bakar menuju ke nozzle pengabut melalui katup
pelepas dan pipa bertekanan tinggi. Bahan bakar ini ditekan oleh plunger
dengan tekanan yang tinggi.
- Pada
waktu plunger bergerak ke bawah katup pelepas tertutup, pintu masuk dan
pintu simpangan terbuka. Pintu masuk berhubungan dengan saluran pemasukan
bahan bakar sedangkan pintu simpangan mengembalikan sisa bahan bakar yang
tidak dikabutkan untuk kembali ke tangki lagi. Pada waktu plunger bergerak
ke atas pintu masuk dan pintu simpangan tertutup, sedangkan katup pelepas
terbuka dan bahan bakar yang masuk dalam silinder plunger seakan - akan
bahan bakar tersebut dipotong oleh plunger dan ditekan ke atas menuju
katup pelepas selanjutnya menuju ke nozzle pengabut, pada pengabut ini
bahan bakar yang bertekanan tinggi ini akan mengangkat bagian jarum nozzle
yang tirus pada bagian dalam dari nozzle pengabut.
Selanjutnya
bahan bakar dapat dikabutkan ke ruang bakar dari motor dalam bentuk partikel -
partikel yang sifatnya mudah terbakar. Langkah dari plunger selalu tetap,
tetapi langkah pemompaan berbeda - beda hal ini tergantung pada posisi
dari plunger itu sendiri. Pada keadaan tidak memompa bahan bakar plunger
langsung berhubungan dengan saluran simpangan.
Pengaturan
banyaknya bahan bakar yang disemprotkan
Pada bagian bawah dari batang plunger
terdapat pelat pemutar, yaitu pelat yang menghubungkan plunger dengan tabung
pemutar. Tabung pemutar plunger dihubungkan dengan batang pengatur bahan bakar,
gerakan batang pengatur bahan bakar ( control rod) ke kiri dan ke kanan untuk
mengatur banyak sedikitnya bahan bakar yang dikabutkan oleh nozzle pengabut.
Dengan kata lain, panjang langkah pemompaan plunger di dalam silinder selalu
konstan, tetapi dengan memutarkan plunger dalam silinder tersebut dapat diatur
banyaknya bahan bakar yang dipompakan oleh plunger.
Di samping itu dengan memutarkan posisi
plunger tersebut, plunger dapat pula tidak menghasilkan pemompaan bahan bakar.
Pada gambar dapat diliha alur tegak pada plunger berhubungan dengan pintu masuk
maka pemompaan bahan bakar oleh plunger dihasilkan posisi maksimum. Sedangkan
bila plunger diputar dan alur tegak menjauh dari pintu masuk yaitu pada posisi
di tengah akan menghasilkan pemompaan bahan bakar yang normal. Bila plunge
diputar dan alur tegak menjauh dari pintu masuk yaitu pada posisi berhubungan
dengan pintu simpangan / pembocoran maka plunger tidak menghasilkan pemompaan
bahan bakar dan mesin akan berhenti / stop sebab bahan bakar tidak ada yang
dipompa karena bahan bakar tersebut dibocorkan.
Pompa
penekan bahan bakar sistem mekanik sentrifugal (mechanical governor assembly)
Pompa penekan bahan bakar ini terpasang
pada sisi samping blok motor dan diputarkan langsung oleh poros engkol mesin
dengan memakai hubungan putaran roda gigi ataupung hubungan putaran
rantai yang khusus untuk menekan bahan bakar hingga ke nozzle pengabut (
injector nozzle). Pompa penekan bahan bakar menurut gambar adalah terdiri dari
suatu rumah pompa bahan bakar yang dibuat daripada bahan campuran alumunium,di
mana terdapat 6 buah elemen pompa untuk motor diesel 6 silinder.
Masing - masing elemen pompa penekan
digerakkan oleh sebuah cam / nok poros pompa ( pump camshaft). Di salah satu
ujung dari cam poros pompa itu dilengkapi oleh alat pengatur pusingan jenis
sentrifugal ( fly wheight). Setiap elemen pompa menerima minyak bahan bakar
solar dan mengambil hubungan kepada saringan bahan bakar dan bagian yang
lainnya berhubungan dengan pipa saluran yang menuju ke tangki persediaan bahan
bakar. Jumlah putaran motor diesel adalah tergantung daripada jumlah banyaknya
bahan bakar yang dikabutkan oleh nozzle pengabut. Dalam putaran motor yang
cepat bahan bakar yang dikabutkan oleh nozzle pengabut adalah lebih banyak
daripada waktu putaran motor lambat. Pada putaran motor yang cepat memerlukan
lebih kurang 80 mm 3 bahan bakar, sedangkan dalam waktu putaran motor lambat
memerlukan lebih kurang 20 mm 3 bahan bakar. Jadi putaran dari motor diesel -
diesel diatur dengan jalan menambah atau mengurangi jumlah bahan bakar yang
dikabutkan ke dalam ruang bakar silinder motor.
Untuk menambah dan mengurangi pengabutan
dari bahan bakar itu diatur oleh batang pengatur bahan bakar ( control rod).
Pada tiap - tiap elemen pompa penekan bahan bakar terdapat suatu komponen yang
dikenal dengan nama plunyer. Dengan memutarkan plunyer ke kiri ataupun ke kanan,
maka bahan bakar yang disalurkan oleh pompa penekan bahan bakar ke alat nozzle
pengabuat dapat diperbanyak atau dipersedikit, sehingga putaran motor dapat
dipercepat atau diperlambat. Batang plunyer digerakkan oleh sebuah tabung
pemutar yang bekerja sama dengan batang pengatur bahan bakar. Selanjutnya
batang pengatur bahan bakar digerakkan oleh sebuah batang tuas gas atau pedal
gas.
Untuk memperoleh adanya keseimbangan dalam
putaran motor, pada waktu tuas gas digerakkan dalam posisi menggerakkan bahan
bakar diperbanyak dan dipersedikit dan sebaliknya dikontrol oleh bobot
pusingan. Bobot pusingan / fly weight gunanya mencegah terjadinya kecepatan
motor berkelebihan dan mengendalikan kecepatan putaran motor maksimum dan
minimum. Bila kecepatan putaran motor bertambah maka bobot pusingan akan
terlempat keluar sambil menarik batang pengatur bahan bakar mengambil posisi
mengurangi jumlah bahan bakar yang dikirimkan ke nozzle pengabut. Bila putaran
motor diperlambat bobot pusingan bergerak ke arah dalam, selanjutnya mengubah
sikap batang pengatur bahan bakar mengambil posisi ke arah sikap bahan bakar
lebih banyak.
DAFTAR PUSTAKA
http://triharyadi.comuf.com/?page_id=285
Muharka,
Hanric, buku ajar sistem bahan bakar motor diesel, malang, 2011
Sukoco,
Zainal A, teknologi motor diesel, penerbit alfabeta, 2007
Suparto
handoyo, mesin diesel putaran tinggi, 2003
http://teknisiberat.blogspot.com/2012/02/pompa-injeksi-bahan-bakar-fuel.html
http://xlusi.com/el/gambar-aliran-bahan-bakar-pompa-injeksi-tipe-in-line/
http://xlusi.com/2011/car-components/diesel/bagian-bagian-pompa-dan-pengaturan-volume-pada-diesel/
http://belajar-otomotif-1.blogspot.com/2013/08/pedoman-pemasangan-dan-penyetelan-roda.html
http://belajar-otomotif-1.blogspot.com/2013/08/sistem-bahan-bakar-motor-diesel-bagian-2.html




















Comments
Post a Comment