MODUL SISTEM BAHANBAKAR
1. Sistem Bahan Bakar
Secara umum sistem bahan bakar pada sepeda motor
berfungsi untuk menyediakan bahan bakar, melakukan proses pencampuran bahan
bakar dan udara dengan perbandingan yang tepat, kemudian menyalurkan campuran
tersebut ke dalam silinder dalam jumlah volume yang tepat sesuai kebutuhan
putaran mesin. Cara untuk melakukan penyaluran bahan bakarnya dapat dibedakan
menjadi dua, yaitu sistem penyaluran bahan bakar dengan sendirinya (karena
berat gravitasi) dan sistem penyaluran bahan bakar dengan tekanan.
Sistem penyaluran bahan bakar dengan sendiri
diterapkan pada sepeda motor yang masih menggunakan karburator (sistem bahan
bakar konvensional). Pada sistem ini tidak diperlukan pompa bahan bakar dan
penempatan tangki bahan bakar biasanya lebih tinggi dari karburator. Sedangkan
sistem penyaluran bahan bakar dengan tekanan terdapat pada sepeda motor yang
menggunakan sistem bahan bakar injeksi atau EFI (electronic fuel injection).
Dalam sistem ini, peran karburator yang terdapat pada sistem bahan bakar
konvensional diganti oleh injektor yang proses kerjanya dikontrol oleh unit
pengontrol elektronik atau dikenal ECU (electronic control unit) atau
kadangkala ECM (electronic/engine control module).
2. Bahan Bakar
Jenis bahan bakar menurut bentuknya dapat dibagi
menjadi 3 macam yaitu :
·
Bahan bakar padat : batu bara, arang, kayu
·
Bahan bakar cair : bensin, minyak solar,
minyak tanah
·
Bahan bakar gas : elpiji
Sepeda Motor Sistem Bahan Bakar Konvensional 1
Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Kerja Mojokerto 2009
Pada kendaraan – kendaraan yang sering dilihat di
jalan, umumnya mempergunakan bahan bakar cair yaitu bensin atau minyak solar.
Hal ini dikarenakan bensin dan minyak solar merupakan bahan bakar yang efektif
dalam penggunaannya, karena mempunyai beberapa kelebihan antara lain :
·
Relatif ringan
·
Effisien untuk menghasilkan panas
·
Sisa pembakaran sedikit dan tidak merusak
mesin
·
Cara penyimpanannya mudah (susai kondisi
tempat)
Bahan bakar
bensin merupakan persenyawaan Hidro-karbon yang diolah dari minyak bumi. Untuk
mesin bensin dipakai bensin dan untuk mesin diesel disebut minyak diesel.
Premium adalah bensin dengan mutu yang diperbaiki. Bahan bakar yang umum
digunakan pada sepeda mesin adalah bensin. Unsur utama bensin adalah carbon (C)
dan hydrogen (H). Bensin terdiri dari octane (C8H18) dan nepthane (C7H16).
Pemilihan bensin sebagai bahan bakar berdasarkan pertimbangan dua kualitas;
yaitu nilai kalor (calorific value) yang merupakan sejumlah energi panas yang
bisa digunakan untuk menghasilkan kerja/usaha dan volatility yang mengukur
seberapa mudah bensin akan menguap pada suhu rendah. Dua hal tadi perlu
dipertimbangkan karena semakin naik nilai kalor, volatility-nya akan turun,
padahal volatility yang rendah dapat menyebabkan bensin susah terbakar.
SISTEM BAHAN BAKAR KONVENSIONAL (KARBURATOR)
1. Sistem
Bahan Bakar Sepeda Motor
Sistem bahan bakar sepeda motor pada umumnya terdiri
dari beberapa komponen antara lain yaitu : Tangki bensin , Saringan bensin,
selang bensin dan karburator. Pada tangki bensin dilengkapi dengan pengukur
tinggi bensin, untuk tipe ini pada karburator dilengkapi kran bensin . Apabila
keran bensin dibuka maka secara alamiah bensin akan mengalir menuju ke
karburator. Agar bensin yang masuk ke karburator bersih dari kotoran terlebih
dahulu disaring oleh saringan bensin. Komponen-komponen sistem bahan bakar
dapat dilihat seperti gambar dibawah ini.

Gambar Komponen Sistem Bahan Bakar Sepeda Motor
2. Karburator
a. Prinsip
kerja karburator
Karburator
memproses bahan bakar cair menjadi partikel kecil dan dicampur dengan udara
sehingga memudahkan penguapan. Prosesnya serupa dengan penyemburan ( spray).
Pada gambar
dibawah ini diterangkan prinsip dari penyemburan.
Sebagai akibat dari derasnya tiupan angin di (a), suatu kondisi vacum (tekanan
dibawah atmosfir) terjadi di (b).
Perbedaan tekanan antara vacum dan atmosfir udara di
(c) mengakibatkan semburan terjadi pada gasoline (b). Berdasarkan proses ini,
maka semakin cepat aliran udara (a) mengakibatkan semakin besar vacum yang
terjadi pada (b), dan semakin banyak gasoline yang disemprotkan / disemburkan
Gasoline

Gambar
Prinsip Kerja Karburator
b. Aturan
Kerja Karburator.
Bahan bakar dan udara dibutuhkan motor bensin untuk
berjalan. Bahan bakar berupa bensin dicampur dengan udara oleh karburator
supaya mudah terbakar dan di alirkan keruang bakar. Dengan kata lain,
karburator bekerja sesuai aturan sebagai Berikut :
·
Volume campuran udara dan bahan bakar
sesuai kebutuhan mesin.
·
Menciptakan campuran udara dan bahan bakar
sedemikian rupa tepat sesuai kecepatan mesin.
·
Merubah bensin menjadi partikel-partikel
bercampur dengan udara sehingga mudah disemburkan atau dikabutkan.
3. Campuran
Bahan Bakar dan Udara
Saat
langkah isap pada mesin, tekanan didalam silinder lebih rendah dari atmosfir,
maka aliran udara tercipta yang mengalir melalui karburator kedalam saluran
pemasukan kesilinder. Pada bagian dari aliran ini, ada bagian yang menyempit
yang disebut dengan Venturi. Dengan adanya venturi tersebut maka aliran menjadi
lebih deras dan menciptakan Kevacuman pada bagian venturi tersebut.
Pada titik
tersebut dipasang saluran dimana bahan bakar disemprotkan. Bahan bakar masuk,
terpancar membentuk partikel–partikel kecil dan disemburkan. Pada dasarnya
karburator digunakan untuk membedakan langkah ini dalam beberapa tingkatan
dalam mekanisme yang komplek. Partikel bahan bakar yang terbentuk pada proses
ini mengalir melalui pipa pemasukan (intake pipe) dan sebelum sampai ke
silinder telah berubah menjadi uap dan secara sempurna membentuk campuran bahan
bakar dan udara. Biasanya, saat proses peralihan dari cairan bahan bakar
menjadi partikel ( disemburkan ) katup gas terbuka secara penuh dan putaran
mesin pada putaran tinggi, dengan aliran udara mencapai kecepatan maksimum,
maka pada saat ini merupakan titik optimum kerja proses penyemburan.

Gambar Proses Penyemprotan
Ketika
katup gas tertutup berarti kecepatan mesin perlahan, aliran angin juga turun
maka tidak seluruh bahan bakar berubah menjadi partikel dan partikel-partikel
bahan bakar yang besar tertinggal, tidak tersemburkan, dengan demikian pada
putaran rendah konsentrasi perbandingan udara dan bahan bakar menjadi jenuh.
4.
Menentukan Jumlah Campuran Udara dan Bahan
Bakar
Diantara
periode waktu tertentu, beberapa kali pembakaran terjadi saat mesin berputar
pada kecepatan rendah adalah sedikit dan bila putaran mesin tinggi maka akan
banyak.
Bila ditentukan sejumlah campuran udara dan bahan
bakar dibutuhkan untuk terjadinya pembakaran suatu saat, ternyata bahwa
pembakaran terjadi banyak sekali, berindikasi bahwa volume campuran udara dan
bahan bakar juga tinggi. Konsekuensinya, dengan meningkatkan atau menurunkan
jumlah campuran bahan bakar yang disalurkan oleh karburator ke mesin, kecepatan
mesin akan naik dan turun dan kemampuan akan naik atau turun. Dalam kenyataannya,
bila tuas gas diputar dan kabel ditarik sejauh gerakan kabel tersebut.

Gambar Karburator Mencampur Udara – Bahan Bakar
Kebanyakan udara pada karburator memungkinkan lebih
banyak campuran bahan bakar dan udara mengalir masuk dan meningkatkan cepat putaran
mesin. Sebaiknya dengan menutup tuas gas, tertutup juga katup gas dan
menurunkan laju putaran mesin.
5.
Perbandingan Campuran Udara dan Bensin
Campuran bahan bakar dan udara yang dimasukan dari
karburator ke silinder dimampatkan dan dinyalakan oleh busi sehingga terbakar.
Campuran bahan bakar dan udara yang dapat terbakar bagaimanapun juga terbatas
pada jangkauan tertentu, bila batasan dilampaui campuran tersebut tidak akan
terbakar.

Gambar Grafik Perbadingan Udara – Bahan Bakar
Dengan kata lain bila terlalu banyak udara dalam
campuran atau tidak cukup udara, campuran tidak akan terbakar. Dalam banyak
masalah proporsi antara udara terhadap bahan bakar yang dinyatakan dalam
perbandingan berat.
Suatu perbandingan campuran udara dan bahan bakar 15 :
1 berarti bahwa 1 gram bahan bakar dicampur dengan 15 gram udara.
a) Perbandingan
campuran secara teori
Saat bahan bakar dibakar
seluruhnya, ia berubah menjadi gas karbon dioksid dan air. Bila campuran bahan
bakar dan udara pada kondisi itu dihitung dalam visi teori terdapat 1 gram
bahan bakar untuk 15 gram dan proporsi ini 15 : 1 ini disebut perbandingan
teori campuran.
b) Batasan
dimana pembakaran terjadi

c) Perbandingan
campuran saat pengendapan
·
Saat mesin di start ( dingin ) 2-3 : 1
(choke dipergunakan)
·
Hangat 7 – 8 : 1
·
Pada putaran stasioner ( idling ) 8 – 12 :
1
·
Berjalan normal dengan beban ringan 15 –
17 : 1
·
Beban berat 11 – 13 :1
·
Saat percepatan ( tarikan ) : berfariasi
tergantung dari cara percepatan, tapi pasti tambah jenuh.
6.
Jenis-jenis Karburator
Pada dasarnya
karburator dibedakan oleh arah jalannya udara yang dimasukkan, sistem katup
gas, jumlah tabung (pipa saluran udara) dan
cara berfungsinya. Biasanya karburator dengan mudah
dapat dibedakan sesuai dengan jenisnya. Sebab setiap pembuatan mempergunakan
konstruksi yang jelas dan cara kerja, tapi karburator yang dipergunakan saat
ini dikatakan mempunyai ketangguhan yang sama, sehingga sulit dibedakan.
a)
Pengelompokan berdasarkan arah aliran
Karburator terpasang pada mesin melalui pipa saluran
pemasukan (intake pipe) dan menghasilkan campuran bahan bakar dan udara
mengalirkannya ke silinder. Karburator dapat dibedakan melalui arah aliran
udara ketika berfungsi pencampuran bahan bakar dan udara. Ada dua tipe, pertama
terpasang secara horisontal (horizontal draft) dan tipe lainya adalah terpasang
secara menurun (down draft).

Gambar Karburator Berdasarkan Arah Aliran
Biasanya tipe horisontal dipakai pada sepeda motor.
Untuk mobil dibutuhkan semburan dan pemanfaatan grafitasi, untuk itu type down
draft dipergunakan dan ini sangat tinggi efisiensinya. Sekarang pemanfaatan
type down draft pada sepeda motor mulai populer.
b)
Pengelompokan Berdasarkan Sistem Katup Gas
Karburator dibutuhkan untuk menambah atau mengurangi
volume campuran bahan bakar dan udara yang dialirkan ke silinder. Katup yang
mengatur volume campuran tersebut disebut katup gas (throttle valve). Katup gas
dibedakan menjadi dua, pertama adalah katup tipe piston (piston type) dengan
posisi tegak lurus, yang lain tipe kupu-kupu (butterfly throttle valve) yang
berbentuk piringan yang bergerak membuka dan menutup sebagai penyesuaian
banyaknya campuran bahan bakar dan udara.

Piston valve karburator secara langsung berfungsi
merubah diameter ventury. Suzuki mempergunakan VM karburator yang dilengkapi
dengan throttle valve. Tipe kupu-kupu dilengkapi venturi yang terpisah dari
katup gas. Bagian venturi adalah saluran venturi tetap dengan diameter tidak
berubah, katup gas berupa ventury
variabel yang otomatis berubah karena pengaruh dari
kondisi volume pada saluran pemasukan. Karburator tipe Bs dipergunakan Suzuki
adalah karburator dengan katup gas batterfly dilengkapi variabel venturi.

c)
Pengelompokan berdasarkan jumlah saluran
Ada dua macam karburator, yang pertama dengan tabung
tunggal pada tubuh (body) karburator tersebut tabung tunggal (single barrel)
atau karburator satu tingkat (single stage) dan yang lainnya dengan dua tabung
bekerja berbarengan disebut karburator dua tabung satu tingkat.

7.
Konstruksi Karburator
Seperti
penjelasan sebelumnya, ada beberapa macam karburator, salah satunya dipakai
sesuai kegunaan dan baik untuk kandisi musim.
Di Suzuki, karburator tipe VM dengan katup piston
terutama dipakai pada mesin 2 (dua) langkah. Sedangkan karburator tipe BS
dengan katup tipe butterfly digunakan pada mesin 4 (empat) langkah.
Pada tipe VM, saluran bahan bakar dan udara berubah
tergantung sejauh mana katup gas terbuka, menghasilkan volume yang sesuai
campuran bahan bakar dan udara dengan kerja kendaraan. VM karburator
menggunakan katup piston dengan rancangan posisi yang tegak lurus sesuai dengan
pergerakannya. Dengan derasnya aliran campuran bahan bakar dan udara tergantung
dari sudut yang diciptakan oleh terbukanya katup gas


Gambar Konstruksi Karburator Tipe VM
8.
Sistem Choke
Normalnya
bahan bakar disemburkan oleh karburator, pengabutan pada saluran pemasukan,
silinder ke bagian lain hingga terbakar, saat mesin masih dingin, dengan
demikian pengabutan terjadi sangat sedikit, konsekuensinya bila menghidupkan
mesin pada kondisi mesin dingin, jumlah bahan bakar yang lebih banyak
dibutuhkan untuk menutupi kebutuhan tersebut, karena kesulitan pengabutan
dilengkapi sistem choke untuk mengatasi situasi tersebut.
Sistem
choke dilengkapi oleh sebuah starter jet, starter pipe, starter pluger (katup
choke) dan komponen lain yang menunjang fungsi. Ketika katup gas tertutup,
starter plunger terbuka sepenuhnya dan saat mesin dihidupkan melalui elektrik
atau starter kaki, kondisi vakum pada saluran pemasukan berpengaruh pada bagian
fuel injection port. Jumlah bahan bakar diatur oleh starter jet dan mengalir
melalui starter pipe dimana terdapat air blood hole (lubang udara) dan udara
awal bercampur dengan bahan bakar mengalir melalui lubang udara tersebut
menghasilkan campuran yang jenuh masuk ke ruang plunger (katup choke).
Selanjutnya udara kedua bercampur dengan bahan bakar yang berasal dari starter
jet, membentuk campuran yang lebih optimum untuk menyalakan mesin, mengalir
melalui fuel injection port ke mesin dalam bentuk uap / kabut.
Dengan sistem choke percampuran bahan bakar dan udara
diatur oleh jet, campuran yang konstan dapat diperoleh dan penyalakan mesin
dapat dilakukan dengan mudah. Dengan catatan saat choke dioperasikan katup gas
tidak berfungsi.


Gambar Saat Sistem Chuke Bekerja
Choke biasa
berfungsi setelah tuas digerakan untuk menarik dan membuka starter plunger
(katup choke) tapi ada satu sistem mekanis yang berfungsi secara otomatis,
choke otomatis dapat dipakai dibeberapa bentuk kegunaan.
Disini kita akan melihat PTC tipe pemanas yang dipakai
oleh SUZUKI.
PTC (Positive Temperature Cocflicient) adalah
mekanisme choke tipe pemanas aliran listrik yang dihasilkan oleh putaran magnit
dialirkan ke bagian pemanas pada PTC yang terbuat dari keramik. Panas yang
terjadi membuat thermowox mengembang dan mengaktifkan
starter plunger. Akibatnya terjadi suatu aliran penyemburan yang bervariasi.

Gambar Sistem Chuke Positive Temperature Cocflicient
-
Ketika mesin dingin thermowax mengkerut
sebagai respon dari naik/turunnya temperatur, maka pegas berfungsi untuk membuka
katup choke (strater plunger).

-
Mesin hidup, magnit berfungsi sebagai
pembangkit listrik, PTC berfungsi, katup choke terdorong kebawah. Proses ini
digunakan untuk mengatur berapa derajat besarnya yang mengakibatkan saluran
choke terbuka. PTC terus menghasilkan panas, thermowax mengembang sepenuhnya
starter plunger tertekan kebawah, saluran choke tertutup sepenuhnya.

9.
Kerja Karburator Putaran Langsam
Dari
putaran langsam kekecepatan rendah, katup gas terbuka sedikit maka celah antara
jet needle (jarum) dan needle jet (saluran) kecil. Juga karena putaran rendah,
vacum yang terjadi sangat lemah/terbatas sehingga tidak terjadi aliran pada
celah tersebut. Pada saat ini aliran bahan bakar dilakukan oleh pilot sistem.
Ada dua macam pilot sistem, menggunakan satu atau dua
lubang, penggunaan satu atau dua lainnya tergantung pada karakter mesin.
Yang membedakan antara keduanya adalah satu atau dua
saluran masuk (injection port) . Pilot out let dengan satu saluran injection
terletak dimanan saluran bypass berada sebagai lubang / saluran kedua (
two-hole-type ). Sebagian besar yang menggunakan tipe single hole adalah
karburator yang berdiameter terkecil.
a)
Tipe Lubang Tunggal
Dari mesin hidup sampai kendaraan jalan perlahan,
bahan bakar ditakar oleh pilot jet dan diatur oleh pilot air srew dan dicampur
dengan udara, menghasilkan campuiran yang jenuh disemburkan melalui pilot
dengan out let. Kemudian dicampur dengan sedikit udara dari saluran utama, maka
akan menghasilkan campuran udara dan bahan bakar yang optimum sesuai kondisi
kerja mesin , kemudian dialirkan kesilinder. Jenuh atau kurusnya campuran yang
dialirkan ke mesin tergantung dan banyaknya putaran pada pilot air screw pada
karburator.


Gambar Karburator Pilot Sistem Tipe Lubang Tunggal
b)
Tipe dua lubang
Saluran pilot out let terletak lebih kearah mesin dari
pada katup gas bypass terletak pilot out let Hampir ditengah antara dan needle
jet
seperti terlihat pada gambar (1) saat mesin berputar
stasioner katup gas terbuka sangat sedikit, udara yang diatur yang diatur 0leh
pilot air srew bercampur dengan bahan bakar yang diatur oleh pilot jet. Pada
bagian bypass udara dan bahan bakar dicampur untuk menguruskan campuran. Pada
saat yang sama campuran juga terjadi dan dialirkan melalui pilot outet let.
Pada gambar (2) katup katup gas terbuka lebar, campuran yang dialirkan hanya
melalui pilot out let menjadi kurang memadai, dan tambahan kebutuhan bahan
bakar dapat dialirkan.

Gambar Karburator Pilot Sistem Tipe Dua Lubang
10. Kerja
Karburator Putaran Cepat
Sistem utama
mengalirkan bahan bakar pada kecepatan menengah sampai tinggi. Saat katup gas
tebuka lebih lebar, aliran udara melalui venturi makin cepat dan bahan bakar
terhisap melalui jet needle. Tipe VM karburator dilengkapi dengan pilot system
dan main system yang berdiri sendiri-sendiri. Main system ada dua cara :
pertama bleed type dan yang lain premary type.

Gambar Kerja Karburator Putaran Cepat
a)
Bleed Type
Sebuah saluran udara ditempatkan ditengah diantara
needle jet dan udara dialirkan melalui air jet bleed hole, memenuhi kebutuhan
saat kecepatan menengah sampai tinggi.

Gambar Bleed Type
b)
Primary Type
Tidak terdapat lubang saluran udara pada needle jet.
Udara dari primary air diatur oleh celah yang terbentuk antara jet needle dan
needle jet premary choke dirancang untuk menghindarkan keluarnya bahan bakar
keluar saat terjadi semburan pada mesin.

Gambar Primary Type
11. Sistem
Percepatan
Pada waktu
mesin mengalami percepatan (mesin di gas dengan tiba-tiba), throttle valve
(untuk karburator tipe venturi tetap maupun tipe CV) atau throttle piston atau
skep (untuk karburator tipe variable venturi) akan membuka secar tiba-tiba
pula, sehingga aliran udara menjadi lebih cepat. Akan tetapi karena bahan bakar
lebih berat dibanding udar, maka bahan bakar akan datang terlambat masuk ke
intake manifold. Akibatnya campuran tiba-tiba menjadi kurus sedangkan mesin
berputar dengan tambahan beban untuk keperluan percepatan tersebut. Untuk
mendapatkan campuran yang gemuk, maka pada waktu percepatan, karburator
dilengkapi dengan “pompa percepatan”. Salah satu bentuk mekanisme
sepeda
motor adalah seperti terlihat pada gambar di bawah. Mekanis pompa ini
dihubungkan dengan pedal gas (throttle) sehingga jika throttel dibuka dengan
tiba-tiba maka plunyer pompa menekan bahan bakar yang dibawahnya. Dengan
demikian jumlah bahan bakar yang keluar melalui pengabut utama (main jet) akan
lebih banyak. Untuk lebih jelasnya cara kerjanya adalah sebagai berikut: Pada
saat handle gas di putar dengan tiba-tiba, throttle lever (tuas gas) akan berputar
ke arah kiri (lihat tanda panah). Pergerakan throttle lever tadi akan mendorong
pump rod (batang pendorong) ke arah bawah. Karena ujung pump rod dihubungkan ke
pump lever (tuas pompa), maka pump lever akan mengungkit diapragma ke atas
melawan tekanan pegas (spring). Akibatnya ruang pompa (pump chamber) di atas
diapragma menyempit dan medorong atau menekan sejumlah bahan bakar mengalir
melalui check valve ke lubang pengeluaran bahan bakar (discharge hole).
Selanjutnya bahan bakar tersebut akan bercampur dengan udara pada venturi.
Setelah
melakukan penekanan tersebut, pump lever akan kembali ke posisi semula dengan
adanya dorongan pegas di atas diapragma. Pergerakan diapragma ke bawah membuat
pump chamber membesar lagi. Karena desain/rancangan valve (katup) yang ada di
pum chamber dibuat berlawanan arah antara katup masuk dan katup keluar, maka
pada saat diapragma ke bawah katup masuk terbuka sedangkan katup keluar
menutup. Dengan membukanya katup masuk tersebut, membuat bahan bakar kembali
masuk ke pump chamber dan sistem percepatan siap untuk dipakai kembali.
Demikian beberapa sistem dengan car kerja yang umumnya dipakai pada karburator.
Jika semua sistem tersebut digabungkan pada sebuah karburator maka jadilah ia
sebuah karburator yang kelihatannya sangat kompleks.

Gambar Konstruksi Sistem Percepatan
12. Yang
Terjadi Sesuai Posisi Katup Gas
a)
Lebar terbukanya katup gas (⅛ – ¼)
Bahan bakar ditakar oleh main jet dan disalurkan ke dalam
melalui celah antara needle jet dan jet needle yang dibentuk bulat.
Jarum berbentuk meruncing
menjadi lebih kurus dibagian ujungnya melekat pada katup gas, dengan demikian
ia naik dan turun sesuai gerakan katup gas, begitu juga celah yang terjadi yang
berfungsi sebagai saluran bahan bakar. Suatu potongan (cutaway) pada katup gas
mengarah pada air cleaner, mengatur kondisi vakum yang berpengaruh pada needle
jet dan mengontrol derasnya bahan bakar yang ditarik untuk dikabutkan saat
katup gas terbuka pada lebar (⅛ – ¼) jumlah bahan bakar sangat tergantung pada
besarnya potongan (derajat) katup gas, celah antara jet needle dan needle jet
dan faktor kombinasi keseluruhannya.

Gambar Katup Gas Terbuka ⅛ – ¼
b)
Terbukanya katup gas ( ¼ - ¾ )
Pada posisi katup gas
seperti ini, efektifitas cutaway sangat sedikit aliran bahan bakar tergantung
dari ukuran main jet dan celah yang terjadi antara jet needle dan needle jet.
c)
Terbukanya katup gas ¾ - terbuka penuh
Bila katup gasterbuka
sejauh ini, hampir sepenuhnya terbuka, mesin membutuhkan out put yang maksimum.
Kebutuhan bahan bakar ditentukan oleh jet needle dan needle jet tapi yang pokok
adalah oleh besarnya main jet.


Posisi katup gas dan sistem yang aktif
13. Mekanisme
pelampung
Kerja
pelampung adalah mempertahankan tinggi bahan bakar pada ruang pelampung ketika
mesin berjalan, melalui pergerakan katup jarum, pelampung dan fungsi bagian
lainnya. Ruang pelampung pada karburator tipe VM terletak tepat dibawah ruang
percampuran, dan mengusahakan gangguan sekecil mungkin pada kemampuan kerja
mesin saat kendaraan miring atau saat ekselerasi.
Ketika
sejumlah bahan bakar mengalir dan masuk ruang pelampung membuat pelampung
ngambang, mengakibatkan jarum katup pelampung (needle valve) melekat rapat pada
posisinya (valve seat) dan menghentikan aliran bahan bakar. Saat mesin berjalan
dan bahan bakar terpakai mengakibatkan terjadinya celah antara ujung katup
jarum dengan dudukannya (valve seat) maka bahan bakar dapat mengalir lagi
melalui celah tersebut.

Gambar Bekerjanya Pelampung Karburator
Bila bahan bakar telah mencapai batas tertentu maka
proses ini (pelampung naik, jarum terdorong keatas, bahan bakar berhenti dan
seterusnya) terjadi selama kendaraan berjalan.
Untuk mempertahankan tinggi permukaan bahan bakar,
maka didalam karburator terdapat sistem pelampung yang seperti telihat pada
gambar dibawah ini.


Ada dua macam tipe pelampung :
Pertama rangkaian dari dua pelampung, kedua pelampung
yang berdiri sendiri-sendiri / terpisah dari pegangannya. Yang lain terdiri
dari pelampung tunggal yang mana pelampungnya terpisah.


Ruang
pelampung dihubungkan dengan udara luar, sehingga bahan bakar dapat terus
mengalir sesuai kebutuhan saat kendaraan berjalan, katup jarum dilengkapi
dengan jarum didalamnya untuk mempertahankan tinggi permukaan bensin agar tetap
stabil.




PEMERIKSAAN
DAN PERBAIKAN SISTEM BAHAN BAKAR KONVENSIONAL (KARBURATOR)
1. Jadwal Perawatan Berkala Sistem Bahan Bakar
Konvensional
Jadwal perawatan berkala
sistem bahan bakar konvensional sepeda motor yang dibahas berikut ini adalah
berdasarkan kondisi umum, artinya sepeda motor dioperasikan dalam keadaan biasa
(normal). Pemeriksaan dan perawatan berkala sebaiknya rentang operasinya
diperpendek sampai 50% jika sepeda motor dioperasikan pada kondisi jalan yang
berdebu dan pemakaian berat (diforsir).
Tabel di bawah ini
menunjukkan jadwal perawatan berkala sistem bahan bakar konvensional yang
sebaiknya dilaksanakan demi kelancaran dan pemakaian yang hemat atas sepeda
motor yang bersangkutan. Pelaksanaan servis dapat dilaksanakan dengan melihat
jarak tempuh atau waktu, tinggal dipilih mana yang lebih dahulu dicapai.
Tabel Jadwal Perawatan Berkala (Teratur)
Sistem Bahan bakar Konvensional
|
No |
Bagian Yang Diservis |
Tindakan setiap dicapai jarak tempuh |
|
1 |
Saluran (slang) bahan bakar
(bensin) |
Periksa saluran bahan bakar
setelah menem puh jarak 1.500 km, 3.000 km
dan seterusnya setiap 2.000 km. Ganti setiap 4 tahun |
|
2 |
Saringan Bahan bakar |
Periksa dan bersihkan
saringan bahan bakar setelah menempuh jarak 500 km, 2.000 km, 4.000 km dan
seterusnya bersihkan setiap 4.000 km |
|
3 |
Karburator |
Periksa, bersihkan, setel
putaran stasioner/langsam setelah menempuh jarak 500 km, 2.000 km, 4.000 km,
dan seterusnya setiap 2.000 km |
|
4 |
Cara kerja gas tangan |
Periksa dan setel (bila
perlu) gas tangan setelah menempuh jarak 500 km, 2.000 km, 4.000 km, 8.000 km
dan seterusnya setiap 2.000 km |
|
5 |
Kabel gas |
Beri oli pelumas setiap 6.000
km |
|
6 |
Handel gas |
Beri gemuk setiap 12.000 km |
|
7 |
Saringan udara |
Periksa dan bersihkan
saringan udara setelah menempuh jarak 3.000 km dan seterusnya bersihkan setiap
2.000 km. Ganti setiap 12.000 km |
3. Pemeriksaan Saringan Bahan Bakar
Karat atau kotoran di dalam bahan bakar
yang sedang mengalir dalam sistem bahan bakar cenderung mengendap pada
saringan. Dalam jangka waktu yang lama saringan bisa tersumbat dan bisa
mengakibatkan tenaga mesin menjadi berkurang. Bersihkan saringan bahan bakar
secara teratur menggunakan udara bertekanan (kompresor). Ganti saringan bahan
bakar yang telah tersumbat.
4. Pemeriksaan dan Perawatan Saringan Udara
a. Keluarkan
elemen saringan udara dari kotak saringan udara.
b. Cuci
elemen dalam minyak solar atau minyak pembersih yang tidak mudah terbakar dan
biarkan sampai mengering.
c. Celupkan
elemen dalam minyak transmisi (SAE 80-90) dan peras keluar kelebihan minyak.
d. Pasang
kembali elemen dan tutup kembali kotak saringan udara.
e. Ilustrasi
urutan pencucian elemen saringan udara adalah seperti terlihat pada gambar di
bawah ini:
Sepeda Motor


5. Knalpot
Gas buang sepeda motor keluar
disalurkan melalui knalpot ke udara luar. Bagian dalam knalpot dikonstruksi
sedemikian rupa sehingga di samping menampung gas buang, knalpot juga dapat
meredam suara (silencer). Biasanya panjang dan diameter knalpot sudah tertentu
sehingga jika dilakukan perubahan (modifikasi) akan mempengaruhikemampuan
sepeda motor. Konstruksi knalpot tidak boleh (dilarang) untuk dirubah,
dilubangi ataupun dicopot. Perubahan ini merupakan pelanggaran hukum dan
pelakunya dapat dituntut.
Konstruksi knalpot sepeda
motor empat langkah dan sepeda motor dua langkah umumnya tidak sama. Knalpot
sepeda motor dua langkah terdiri atas dua bagian yang disambungkan. Kedua
bagian tersebut disambungkan dengan ring mur sehingga mudah dilepas. Hal ini
dimaksudkan agar lebih mudah dibersihkan. Knalpot mesin dua langkah lebih cepat
kotor dikarenakan pada proses pembakarannya oli ikut terbakar sehingga
kemungkinan timbul kerak pada lubang knalpot sangat besar. Untuk itu knalpot
sepeda motor dua langkah harus sering dibersihkan.
Cara membersihkan knalpot sepeda motor dua langkah:
1.
Lepaskan knalpot
dari dudukannya
2.
Pisahkan
bagian-bagian knalpot

Gambar Knalpot
Motor 2 Tak
3. Bersihkan
bagian luar knalpot dengan kain dan air atau amplas halus. Supaya kering, jemur
sebentar dengan cahaya matahari atau keringkan dengan udara bertekanan
(kompresor).
4. Panaskan
bagian luar ujung knalpot sampai merah membara dengan api las karbit.
5. Semprot
bagian dalam knalpot dengan udara bertekanan sampai kotoran-kotoran di dalamnya
terlempar ke luar.
6. Untuk
membersihkan peredam suara. Semprotkan dengan air panas agar sisa bahan bakar
yang ada bisa keluar. Setelah itu keringkan dengan udara bertekanan .
7. Bersihkan
saluran buang pada blok silinder dengan skrap pembersih kerak kemudian semprot
saluran buang dengan udara bertekanan. Yang perlu diperhatikan pada saat
membersihkan kerak dengan skrap posisi piston harus ada pada Titik Mati Bawah
agar tidak tergores oleh skrap.
8. Periksa
keadaan paking knalpot, bila ada yang rusak harus diganti. Paking yang rusak
akan menyebabkan kebocoran gas buang.
9. Pasang
knalpot dengan cara kebalikan dari waktu membongkar. Periksa kebocoran gas
buang dengan cara menghidupkan motor dan menutup ujung knalpot dengan kain.
Jika ada kebocoran gas buang, segera perbaiki bagian yang menyebabkan kebocoran
tersebut. Fungsi knalpot mesin dua langkah tidak hanya sekedar mengalirkan gas
buang tapi juga harus dapat menimbulkan tekanan balik pada lubang buang.
Tekanan balik tersebut diperlukan karena mesin dua langkah tidak menggunakan
katup. Hal ini untuk mencegah gas baru ikut keluar bersama dengan gas buang.
6. Pemeriksaan Jet (Pengabut) Karburator
Periksa jet-jet
karburator dari kerusakan, kotoran atau tersumbat. Jet-jet yang diperiksa
antara lain:
a. Pilot
Jet/idle jet (spuyer/pengabut putaran langsam/stasioner)
b. Main
Jet (spuyer utama)
c. Main
Air Jet (spuyer saluran udara utama)
d. Pilot
Air Screw (sekrup penyetel udara putaran langsam/stasioner)
e. Float
(pelampung)
f.
Needle valve (jarum Pelampung)
g. Starter
Jet/cold star jet (spuyer saat mesin dingin)
h. Gasket
dan O-ring
i.
Lubang by pass dan pilot outlet
Bersihkan
komponen-komponen di atas jika kotor atau tersumbat dan ganti jika sudah rusak.
a. 7.
Pemeriksaan Jarum Pelampung
a. Bila
diantara dudukan dan jarum terdapat benda asing, bahan bakar (bensin) akan
terus mengalir dan mengakibatkan banjir.
b. Bila
dudukan dan jarum sudah termakan/aus, gantilah kedua-duanya.
c. Sebaliknya
bila jarum tidak mau bergerak, maka bahan bakar tidak dapat turun.
d. Bersihkanlah
ruang pelampungnya dengan bensin.
e. Bila
jarum pelampung cacat seperti terlihat pada gambar di bawah, ganti dengan yang
baru.
f.
Bersihkan saluran-saluran bahan bakar dan
ruang pencampur dengan angin kompresor.
8. Pemeriksaan Tinggi Pelampung
Untuk mengetahui
tinggi pelampung maka:
a. Buka
dan balikan karburator dengan arm (lengan) pelampung bebas.
b. Ukurlah
tinggi dengan menggunakan varnier caliper/jangka sorong atau alat pengukur
pelampung (float level gauge) saat lidah pelampung menyentuh dengan ujung jarum
(needle valve).
c. Bengkokan
lidah untuk mendapatkan ketinggian yang ditentukan.
9. Pemeriksaan
Penyetelan Putaran Stasioner/Langsam
a. Putar
sekrup udara (pilot/idle mixture screw) searah jarum jam sampai duduk dengan
ringan dan kemudian kembalikan pada posisi sesuai spesifikasi yang diberikan.
b. Hangatkan
mesin sampai pada suhu operasi/suhu kerja mesin.
c. Matikan
mesin dan pasang tachometer (pengukur putaran mesin) yang disesuaikan dengan
instruksi penggunaan oleh pabrikan tachometer.
d. Hidupkan
mesin dan setel putaran stasioner mesin dengan sekrup penahan skep (throttle
piston).
Putaran
stasioner/langsam : 1400 ± 100 rpm (untuk lebih pastinya, lihat buku manual
sepeda motor yang bersangkutan)
e. Putar
sekrup udara masuk atau keluar secara perlahan sampai diperoleh kecepatan mesin
tertinggi.
f.
Ulangi langkah d dan e.
g. Setel
kembali putaran stasioner mesin dengan memutar sekrup penahan skep.
h. Putar
gas tangan perlahan-lahan dan periksa apakah kecepatan putaran mesin naik
secara halus: Jika tidak, ulangi langkah d sampai dengan g
10. Pemeriksaan
Cara Kerja Gas Tangan
a. Periksa
apakah putaran gas tangan dapat bekerja dengan lancar dan halus sewaktu membuka
dengan penuh dan menutup kembali secara otomatis pada semua stang kemudi.
b. Periksa
kabel gas dari kerusakan, lekukan atau keretakan. Ganti jika sudah rusak,
terdapat lekukan atau retakan.
c. Lumasi
kabel gas jika cara kerja gas tangan tidak lancar (tersa berat).
d. Ukur
jarak main bebas gas tangan pada ujung sebelah dalam gas
e. Jarak
main bebas gas tangan dapat disetel melalui penyetel gas tangan seperti
terlihat pada gambar di bawah ini.
f.
Lepaskan penutup debu pada penyetel.
g. Setel
jarak main bebas dengan melonggarkan mur pengunci dan memutar penyetel
h. Periksa
ulang cara kerja gas tangan
i.
Ganti (bila perlu) komponen-komponen
(parts) yang rusak
Daftar pustaka
·
Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Kerja Mojokerto
2009 “Sepeda Motor Sistem Bahan Bakar Konvensional”


Comments
Post a Comment