SISTEM BAHAN BAKAR ELECTRONIC FUEL INJECTION (EFI)


SISTEM BAHAN BAKAR ELECTRONIC FUEL INJECTION
(EFI)





ELECTRONIC FUEL INJECTION
EFI
A. Pengertian

EFI adalah sebuah sistem penyemprotan bahan bakar yang dalam kerjanya dikontrol secara elektronik agar didapatkan nilai campuran udara dan bahan bakar selalu sesuai dengan kebutuhan motor bakar, maka proses pembakaran yang terjadi diruang bakar akan terjadi secara sempurna sehingga didapatkan daya motor yang optimal serta didapatkan gas buang yang ramah lingkungan. Proses pemberian bahan bakar dari ECU (Electronic Control Unit) ke injector yang didasarkan pada signal-signal dari sensor-sensor antara lain sensor air flow meter, manifold absolute pressure, sensor putaran mesin, water temperature sensor, throttle position sensor dll.
EFI dipakai oleh merk Toyota, sedangkan merk lain mempunyai nama yang berbeda, yakni ; PGMFI/ Honda (Programed Fuel Injection), EPI/ Suzuki (Electronic Petrol Injection), EGI/ Mazda (Electronic Gasoline Injection), Jetronik (Bosch), Multec/ General Motor (Multi Technology) dan lain-lain akan tetapi prinsip dari semua sistem tersebut adalah sama.

B. Prinsip System Kontrol EFI

System yang digunakan pada electronic fuel injection terbagi atas sensor-sensor dan actuator. Sensor-sensor merupakan informan atau pemberi informasi tentang kondisi-kondisi yang berkaitan dengan penentuan jumlah bahan bakar yang harus diinjeksikan. Pemberian informasi dapat berupa sinyal analog ataupun digital. Sensor-sensor yang mengirim informasi dalam bentuk analog seperti misalnya TPS (Throttle Position Sensor dan mass air flow). Sedangkan actuator merupakan bagian/komponen yang akan diperintah oleh ECU dan perintah dapat berupa analog ataupun digital. Pemberian perintah berupa analog diberikan pada pompa bensin elektrik dan lampu engine kontrol. Sedangkan pemberian perintah berupa sinyal digital diberikan pada injector, coil pengapian, katup pernapasan tangki, pengatur idle, pemanas sensor lamda dan steeker diagnosa.
ELECTRONIC CONTROL UNIT
Gb. Prinsip System Kontrol EFI
OUTPUT
ANALOG
OUTPUT
DIGITAL
INPUT
DIGITAL
INPUT
ANALOG
C. Perbedaan System EFI dengan System Karburator
1. Saat mesin dalam kondisi dingin

a. System Karburator

Pada system karburator suplay bahan bakar pada saat mesin dalam kondisi dingin diatur dengan memperkecil jumlah udara yang masuk sehingga bahan bakar akan keluar lebih kaya, dimana pengaturan tersebut dilakukan oleh choke circuit. Chock sircuit sendiri ada yang bekerja secara otomatis ada pula yang mekanis. Dan selanjutnya suplay bahan bakar diatur oleh besarnya tingkat kevakuman dari mesin. Semakin besar tingkat kevakuman yang terbentuk akan semakin besar suplay bahan bakar yang diberikan.


b. Sytem EFI

Sedangkan pada system EFI suplay bahan bakar saat mesin dalam kondisi dingin akan ditentukan atau diatur oleh ECU (Electronic Control Unit) yang didasarkan pada informasi dari kondisi suhu kerja mesin dan besarnya tekanan udara pada intake manifold. Dari informasi atau data-data tersebut ECU akan memerintahkan injector untuk menyemprotkan bahan bakar lebih banyak.
2. Saat mesin akselerasi
a. System Karburator

Pada system karburator suplay bahan bakar saat mesin diakselerasi akan diberikan oleh acceleration circuit, dimana acceleration circuit digerakan oleh tuas yang dihubungkan dengan sebuah lengan ungkit yang digerakan oleh gerakan akselerasi throttle valve. Bahan bakar akan keluar dari pump jet ke ventury.

b. System E F I

Sedangkan pada system EFI suplay bahan bakar saat mesin diakselerasi akan diatur oleh ECU berdasar informasi dari besarnya/banyaknya aliran udara yang mengalir ke intake manifold yang terukur oleh air flow meter. Kemudian dari data tersebut ECU akan memerintahkan injector menambah bahan bakar yang diinjeksikan.
D. Macam-macam EFI

System EFI terbagi dalam dua jenis yakni :
1. EFI Type D
EFI jenis ini pengukuran udara masuk yang menuju ke intake manifold menggunakan vaccum sensor, dimana besar kecilnya tekanan didalam intake manifold dijadikan informasi ke ECU sebagai salah satu penentu banyak sedikitnya bahan bakar yang akan diinjeksikan.
Kontrol Volume Injeksi

2. EFI Type L

Pada EFI jenis L jumlah udara yang masuk ke dalam intake manifold diukur banyak sedikitnya dengan menggunakan aiflow meter dan besarnya volume udara dijadikan informasi ke ECU sebagai salah satu penentu banyak sedikitnya bahan bakar yang akan diinjeksikan.
E C U
Injektor
Mesin
Intake Manifold
Air Flow Meter
Udara
Mendeteksi
Volume Injeksi
Di Intake manifold
RPM Mesin
Kontrol Volume Injeksi Bahan Bakar
S




E. Komponen – komponen System EFI

Komponen-komponen EFI terdiri dari :
Nama Komponen
Fungsi Komponen
Pompa Bensin                 : 
Untuk menghisap bahan bakar dari tangki dan menekannya ke delivery line untuk siap diinjeksikan.
ECU
Mengolah data yang diterima dari sensor dan memberikan perintah kerja pada komponen.
Data Link Conector        
Untuk mendiagnostic kerja dari system.
Variable Resistor            
Untuk mengatur tingkat campuran bahan bakar dan udara
Speed Sensor                  :
Untuk mendeteksi kecepatan kendaraan
Pressure Sensor                :
Untuk mendeteksi/mengukur besarnya tekanan pada intake manifold.
Throttle Sensor                 
Untuk mendeteksi besar/kecilnya pembukaan katup gas.
Idle Speed Control           
Untuk mengatur putaran idle engine.
Injector                             :
Menerima perintah untuk menginjeksikan banyak sedikitnya bahan bakar.
Cam Angle Sensor           
Untuk mengetahui besar/kecilnya sudut cam
Temperatur Sensor           
Untuk mengetahui tinggi dan rendahnya temperatur air
Crank Angle Sensor         
Untuk mengetahui tinggi rendahnya putaran mesin
Knocking Sensor              
Untuk mendeteksi terjadinya engine knock













                                                           

                                                                
                              
    



Keterangan :

1. Pompa Bensin
Pompa bensin yang biasa digunakan pada mesin dengan system EFI adalah pompa bensin electric yang berfungsi untuk menghisap bahan bakar dari tangki dan menekannya ke system bahan bakar.
Pompa bensin yang biasa digunakan adalah type in tank dan type in line. Type in tank artinya bahwa pompa bahan bakar berada di dalam tangki bahan bakar dengan posisi terendam bahan bakar. Sedangkan type in line artinya bahwa pompa bahan bakar berada diluar tangki bahan bakar.
                        Gb. Pompa Bensin Type In Tank
                                           Gb. Pompa Bensin Type In line
Secara rangkaian bahwa kerja dari pompa bahan bakar dicontrol oleh ECU sehingga jika transistor pada ECU OFF maka arus listrik tidak mengalir ke massa sehingga relay pompa dalam kondisi off, akibatnya arus listrik dari bateray tidak mengalir ke pompa dan pompa tidak dapat bekerja.

2. ECU
Electronic Control Unit merupakan komponen system bahan bakar yang akan menerima sinyal listrik dari sensor kemudian diolah untuk kemudian dijadikan garis perintah kepada actuator. ECU mendapat suplay tegangan listrik dari baterai, yang selanjutnya tegangan listrik tersebut akan dialirkan ke sensor dan actuator yang besar kecilnya teganngan disesuaikan dengan kapasitas sensor ataupun actuator.
Bagian-bagian ECU :
 Micro Processor – mengatur jalannya perintah dan mengambil keputusan data yang telah diolah berdasarkan informasi dari data yang tersimpan pada memory.
 Memory – Menyimpan data-data input yang siap diinformasikan ke micro processor
 Input/ – memberikan informasi berupa sinyal listrik ke memory untuk diproses oleh micro processor.

 Akuisi Data – data data yang telah diproses oleh micro processor dibedakan kemudian diinformasikan ke output
 Output – Sinyal listrik yang dihasilkan oleh akuisi data kemudian diberikan ke actuator-aktuator

3. Data Link Conector (DLC)
Data Link Conentor merupakan kumpulan kode-kode untuk mempermudah mendeteksi kerja dari sensor ataupun actuator. DLC diterapkan pada semua kendaraan dengan sistem EFI dan untuk mendeteksi secara manual dilakukan dengan cara menjamper kode satu dengan kode yang lainnya sesuai dengan manual book pada masing-masing kendaraan atau merk kendaraan tersebut. Sebagai contoh jika ingin mengetahui kerja pompa bahan bakar maka tinggal menghubungkan kode nomor 2 dengan nomor 9 dan untuk mengetahui terjadinya malfungsi pada engine check lamp dengan menghubungkan nomor 4 dengan nomor 13


4. Variable Resistor
Berfungsi untuk mengatur campuran bahan bakar saat putara idle. Penyetelan ini dilakukan untuk menghasilkan nilai co yang benar. Untuk hal tersebut tidak dibenarkan menyetel variable resistor tanpa menggunakan CO tester.

Penyetelan variable resistor dilakuka dengan cara memutar baut penyetel dengan SST searah jarum jam jika campuran bahan bakar terlalu gemuk dan jika baut penyetel diputar berlawanan jarum jam menunjukan bahwa bahan bakar terlalu kurus.


5. Pressure Sensor
Pressure sensor difungsikan untuk mendeteksi kondisi tekanan udara pada intake manifold. Besar kecilnya tekanan pada intake akan diinformasikan ke ECU sebagai input analog. Pressure sensor dipasangkan pada intake chamber.






6. Throttle Sensor
Throttle position sensor difungsikan untuk mendeteksi besarnya pembukaan katup gas. Gerakan katup gas akan menggerakan slider atau lengan gesek yang akan mempengaruhi besar kecilnya nilai tahanan yang dibentuk sebagai informasi ke ECU untuk menentukan banyak sedikitnya bahan bakar yang akan diinjeksikan.


Throttle Position Sensor dipasangkan pada throttle body yang akan mendeteksi sudut pembukaan katup throttle. Saat katup throttle tertutup penuh maka tegangan 0,3 + 0,8 V akan diberikan ECU melalui terminal VTH/VTA. Saat katup throttle dibuka maka tegangan yang diberikan ECU ke VTH/VTA akan bertambah sesuai dengan sudut pembukaan katup throttle dan tegangan menjadi 3,2 – 4,9 V pada saat katup throttle terbuka penuh. ECU mempertimbangkan kondisi pengendaraan dari input signal tersebut dan menggunakannya untuk menentukan air fuel ratio yang benar, penambahan tenaga yang benar dan fuel cut control.



7. Idle Speed Control
Idle speed control difungsikan untuk mengatur besarnya udara yang diberikan pada saat putaran idle. Idle speed control dipasangkan pada sisi bagian bawah throttle chamber. ECU hanya mengoperasikan katup ISC untuk membuat idle-up dan memberikan umpan balikuntuk mencapai target putaran idling.


8. Injector
Injector adalah salah satu bagian dari system bahan bakar yang akan mengabutkan bahan bakar agar terjadi proses percampuran yang homogen antara udara dan bahan bakar. Injector dilengkapi dengan plunger yang akan membuka dan menutup saluran bahan bakar dan kerja plunger dikontrol oleh solenoid yang mendapat instruksi dari engine ECU. Bahan bakar akan keluar lebih gemuk manakala plunger waktu tertahan lebih panjang dan sebaliknya. Pengaturan campuran bahan bakar gemuk, kurus dan saat kapan mulai diinjeksikan tergantung dari sinyal yang dikirim oleh engine ECU.



9. Cam Angle Sensor
Sensor sudut cam dipasang pada sisi samping atas kepala silinder, dimana sensor ini akan mendeteksi setiap perubahan pergerakan sudut cam. Sensor akan mendeteksi perubahan sudut camshaft yang berhubungan dengan katup masuk. Dari sinyal tersebut akan dijadikan dasar pertimbangan ECU untuk memulai saat penginjeksian bahan bakar atau mengakhiri injeksi bahan bakar.


10. Crank Angle Sensor
Crank Angle Sensor mendeteksi putaran mesin dan untuk mendeteksi posisi piston tiap silinder.



11. Temperatur Sensor
WTS (water temperature sensor) difungsikan untuk mendeteksi kondisi suhu air pendingin. Sensor ini dipasang pada blok mesin atau rumah termostat bagian bawah. Sensor akan bekerja dengan besar kecilnya resistansi yang dibentuk dimana semakin tinggi suhu air pendingin maka akan semakin kecil resistansinya.

Sensor air pendingin dihubungkan ke engine ECU yang akan memberikan tegangan sumber daya 5 Volt ke sensor melalui resistor dari terminal THA/THW. Saat nilai tahanan berubah dari sensor sesuai dengan perubahan temperature dalam air pendingin maka potensian pada terminal THA/THW juga akan berubah. Berdasarkan signal ini, ECU merubah volume injeksi bahan bakar untuk memperbaiki kemampuan mesin selama pengoperasian mesin dingin.
Gb. Rangkaian Water Temperatur Sensor

12. Knocking Sensor
Sensor ini dipasang untuk mendeteksi saat gejala knocking pada mesin terjadi.

Gb. Rangkaian Engine Knock Sensor

Saat terjadi knocking pada raung bakar maka ECU akan mengatur saat pengapian lebih maju atau mundur sehingga knocking akan hilang.

F. Penggolongan System EFI
1. Menurut Tempat Penyemprotan Bahan Bakar
                                                                                                                                                                                                           Pada system EFI tempat penyemprotan bahan bakar terbagi atas injeksi langsung dan tak langsung. Injeksi langsung artinya bahwa baha bakar diinjeksikan oleh injector langsung ke dalam ruang bakar, injeksi lagsung (direct injection) digunakan pada mobil Mitsubhisi. Sedangkan injeksi tak langsung (indirect injection) artinya bahwa bahan bakar yang diinjeksikan tidak langsung keruang bakar akan tetapi bahan bakar diinjeksikan melalui intake manifold.            
 






2. Menurut Ritme Penyemprotan Bahan Bakar

a. Model Simultan
Yang dimaksud ritme penyemprotan model simultan adalah bahwa bahan bakar diinjeksikan kedalam ruang bakar secara terus menerus atau dengan kata lain penyemprotan bahan bakar tidak meperhitungkan kondisi kerja mesin dan penyemprotan itu terjadi serentak pada semua silinder tiap 1 putaran poros engkol (360).














b. Model Grouping
Yang dimaksud ritme penyemprotan model grouping adalah bahwa bahan bakar diinjeksikan kedalam ruang bakar secara terus menerus sesuai dengan group silinder atau dengan kata lain penyemprotan bahan bakar dengan meperhitungkan kondisi langkah kerja mesin dan penyemprotan itu terjadi serentak pada semua silinder tiap 2 putaran Poros engkol (720).








C. Model Squential
Yang dimaksud ritme penyemprotan model squential adalah bahwa bahan bakar diinjeksikan kedalam ruang bakar secara terus menerus sesuai dengan FO (Firing Order) atau dengan kata lain penyemprotan bahan bakar meperhitungkan kondisi kerja mesin, dan penyemprotan itu terjadi serentak pada semua silinder tiap 2 putaran Poros engkol (720).




3. Menurut Pelayanan Penyemprotan Bahan Bakar
Bahan bakar yang disemprotkan ke dalam intake manifold dibedakan menjadi dua yakni: model single point injection dan multi point injection.

a. Model Single Point Injection (SPI)
Penyemprotan bahan bakar akan dilakukan oleh satu injector, dimana injector ditempatkan pada intake manifold sebelum throttle valve. Bahan bakar yang diinjeksikan akan dihisap masuk sesuai kerja mesin tiap silinder. Dengan kata lain satu injector melayani semua silinder hal ini tidak jauh dengan system bahan bakar konvensional.
Campuran bahan bakar dan udara yang berada di intake manifold akan menunggu terbukanya katup masuk, sehingga kejadian tersebut akan menyebabkan pengendapan disepanjang intake manifold hal ini yang menjadi satu kerugian pada system injeksi single point.

Gb. Sirkuit System Injeksi Single Point

b. Model Multi Point Injection (MPI)
Titik penyemprotan bahan bakar berada pada tiap saluran masuk ke dalam silinder sehingga efisiensi pemasukan bahan bakar tiap silinder lebih baik.

Gb. Sirkuit System Injeksi Multi Point


4. Menurut Konstruksi System Kontrol
Menurut konstruksi system ontrol yang digunakan EFI terbagi atas : injeksi mekanis, injeksi mekanis elektronis, injeksi elektronis dan engine management system.


Injeksi Mekanis
Pada system injeksi bahan bakar mekanis, bahan bakar yang diinjeksikan terjadi secara mekanis artinya bahwa gerakan throttle valve akan mengatur banyaknya udara yang dibutuhkan oleh mesin dan menggerakan tuas ungkit dan tuas ungkit mendorong tuas pengukur bahan bakar untuk menentukan jumlah bahan bakar yang akan diinjeksikan.

Gb. System Injeksi Mekanis



Injeksi Mekanis Elektronis
System injeksi bahan bakar jenis mekanis elektronis dilengkapi dengan system pengatur electronik yang disebut dengan ECU (electronic control unit). System pengontrolan tersebut terbatas hanya pada saat injeksi sedangkan seberapa banyak bahan bakar harus diinjeksikan akan ditentukan oleh gerakan mekanik dari lengan pengatur campuran bahan bakar (mixture control unit).

Gb. System Injeksi Mekanis Elektronis

Injeksi Elektronis
Injeksi bahan bakar elektronik merupakan system penyuplaian kebutuhan bahan bakar yang sedikit banyaknya dan waktu penyuplaiannya diatur secara electronic oleh engine ECU. Engine ECU akan mengolah data-data yang diinformasikan dari sensor-sensor, informasi tersebut akan dijadikan pertimbangan untuk menentukan waktu dan jumlah bahan bakar yang harus diinjeksikan.
Gb. System Injeksi Elektonis

Engine Management System
Yang dimaksud dengan engine management system adalah system injeksi bahan bakar electronic seperti halnya pada system injeksi bahan bakar electronic yang lain akan tetapi system pengapian diatur dalam 1unit dengan engine ECU atau dengan kata lain system pengapian tidak terpisah dengan engine ECU.

Gb. System Injeksi Engine Management







TROUBLE SHOOTING
ELECTRIC FUEL INJECTION
PROBLEM :
1. Mesin tidak dapat distart :

Cek Komponen :
·         Immobilizer
·         Koneksi kelistrikan-mesin/batteray
·         Ignition system
·         Tekanan bensin/regulator tekanan bensin
·          Jumlah bahan bakar/kondisi filter bensin
·         Koneksi/pompa bahan bakar
·         Kebocoran/kondisi air intake-vacuum system
·         ECT/engine coolant temperatur sensor
·         CKP/Crankshaft position sensor
·         MAP/manifold absolute sensor
·         Injectors
·         CMP/camshaft position sensor
·         Konektor/kabel/relay ECM
·         ECM

2. Mesin susah hidup
Cek Komponen :
·         Koneksi kelistrikan-mesin/batteray
·         Jumlah bahan bakar/kondisi filter bensin
·         Tekanan bensin/regulator tekanan bensin
·          Kebocoran/kondisi air intake-vacuum system
·          Ignition system
·          ECT/engine coolant temperatur sensor
·          TPS/ throttle position sensor
·          Injectors
·          CMP/camshaft position sensor
·          CKP/Crankshaft position sensor
·         Konektor/kabel/relay ECM
·         ECM

3. Mesin hidup lalu mati
Cek Komponen :
·         Kebocoran- air intake/vacuum sistem
·          IAC – Idle Air control valve
·          Tekanan bensin/regulator tekanan bensin
·          Kebocoran/kerusakan/tersumbat- saluran bensin
·          TPS/ throttle position sensor
·          MAP/manifold absolute sensor
·          Jumlah bahan bakar/kondisi filter bensin
·          Konektor/kabel/relay ECM
·          ECM


4. Mesin dingin –susah idle
Cek Komponen :
·         Kebocoran- air intake/vacuum sistem
·          IAC – Idle Air control valve
·          Tekanan bensin/regulator tekanan bensin
·          Kebocoran/kerusakan/tersumbat- saluran bensin
·          ECT/engine coolant temperatur sensor
·         Injectors
·         MAP/manifold absolute sensor
·          Konektor/kabel/relay ECM
·          ECM

5. Putaran mesin tersendat-sendat
Cek Komponen :
·         Kebocoran- air intake/vacuum sistem
·         IAC – Idle Air control valve
·         Tekanan bensin/regulator tekanan bensin
·         Kebocoran/kerusakan/tersumbat- saluran bensin
·         Pompa bahan bakar/konektor
·         O2S/Oksigen sensor - HO2S/ Heated oksigen sensor
·         Injektor
·         MAP/manifold absolute sensor
·         TP/Throttle position sensor
·         Konektor/kabel/relay ECM

6. Putaran idle terlalu rendah
Cek Komponen :
·         IAC/idle air kontrol valve
·         TP/throttle position sensor
·         ECM

7. Putaran idle terlalu tinggi
Cek Komponen :
·         IAC/idle air kontrol valve
·         Throttle valve- tersangkut/ macet
·         TP/throttle position sensor
·         Injektor

8. Acceleration terlambat

Cek Komponen :
·         Bocor/tersumbat – air intake/vacuum sistem
·         Throttle valve- tersangkut/ macet
·         IAC/idle air kontrol valve
·         Tekanan bensin/regulator tekanan bensin
·         Injektor
·         Konektor/kabel/relay ECM

9. Backfiring (pengapian balik)

Cek Komponen :
·         Ignition sistem
·         Air intake/vakum sistem bocor
·         CO level
·         MAP/ Manfold absolute pressure
·         Tekanan bensin/regulator tekanan bensin
·         Injektor
·         Konektor/kabel/relay ECM
·         O2S/Oksigen sensor - HO2S/ Heated oksigen sensor

10. Misfire (Pengapian tidak tepat)

Cek Komponen :
·         Ignition sistem
·         Air intake/vakum sistem bocor
·         IAC/idle air kontrol valve
·         ECT/ engine Coolant Temperature sensor
·         Intake air temperature/IAT sensor
·         Tekanan bensin/regulator tekanan bensin
·         Injektor
·         O2S/Oksigen sensor - HO2S/ Heated oksigen sensor

11. CO level terlalu rendah

Cek Komponen :
·         Air intake/vakum sistem bocor
·         O2S/Oksigen sensor - HO2S/ Heated oksigen sensor
·         ECM

12. CO level terlalu tinggi
Cek Komponen :
·         O2S/Oksigen sensor - HO2S/ Heated oksigen sensor
·         IAT/ Intake air Temperature
·         ECT/Engine coolant temperature sensor
·         Tekanan bensin/regulator tekanan bensin
·         Injektor
·         ECM
13. Konsumsi bahan bakar terlalu berlebih
Cek Komponen :
·         Tekanan bensin/regulator tekanan bensin
·         Injektor
·         Throttle valve- tersangkut/ macet


DIAGOSTIC
ELECTRONIC FUEL INJECTION
Kendaraan yang diopersikan secara terus menerus dalam kehidupan transportasi darat tidak terlepas dari kemungkinan adanya gangguan gangguan pada system kerja yang terdapat dalam kendaraan dimana akan memperngaruhi performance yang dihasilkan oleh mesin. Gangguan-gangguan tersebut bisa datang dari system bahan bakar ataupun system yang lain. Gangguan –gangguan tersebut jelas harus dicari sumber permasalahannya. Dalam pencarian masalah dibagi menjadi 2 yakni:
Pertama, dengan cara Trial End Error (mencoba dengan kesalahan) artinya dalam mencari gangguan dengan cara coba-coba sehingga ditemukan sumber kerusakan yang sebenarnya. Kedua, dengan cara Diagnostic baik induktif ataupun deduktif. Artinya pencarian sumber kerusakan dengan cara induktif adalah dengan cara model pencarian sumber kerusakan dari mudah ke hal yang lebih rumit. Sedangkan cara deduktif adalah dengan cara model pencarian sumber kerusakan dari yang sulit ke hal yang mudah.
Penggunaan metode Diagnostic dapat dilakukan dengan cara manual ataupun dengan menggunakan alat ukur khusus. Pemeriksaan dengan secara manual dilakukan dengan menggunakan kabel jamper. Hasil penjamperan akan memunculkan sinyal kedipan lampu pada engine check lamp dengan dengan demikian tinggal menghitung jumlah kedipan pada lampu.
Diagnostic dengan cara manual dilakukan dengan cara menghubungkan kabel jamper pada 2 terminal tertentu yang terdapat pada kotak diagnostic sesuai dengan merk kendaraan yang akan dilakukan pengecekan kerusakan.
A. Diagnostic Kendaraan Secara Manual:
1. Toyota OBD1 dan OBD2

Penjamperan untuk kendaraan yang menggukan type DLC OBD1 Maka terminal yang dijamper adalah TE1 dengan E1. jumlah kedipan jika terjadi throuble tinggal membaca tabel sebagai berikut :
Kode kedipan

Alokasi Gangguan/Kerusakan

12

Crankshaft position(CKP) sensor signal, camshaft position(CMP) signal, engine speed (RPM)sensor sgnal.

13

Engine speed sensor signal over 1500rpm,crankshaft position sensor (CKP),

14

Ignation signal 1

15

Ignation signal 2

21

Heated oxigen sensor (HO2S)

22

Engine coolant temperatur (ECT) sensor

24

Intake air temperature (IAT) sensor

25

Weak mixture


31

Manifold absolute pressure (MAP) sensor
33

Idle air control (IAC) valve

41

Throttle position sensor (TPS)

42

Vehicle speed sensor (VSS)

43

Starter signal

51

Closed throttle position (CTP) switch, AC, park, neutral position switch signal

52

Knock sensor signal

99

Immobilizer control system multifunction



2. Daihatsu

 
               Taruna dan Espass                                               Xenia

Kode kedipan

Alokasi Gangguan/Kerusakan

13

Rangkaian crankshaft postion sensor “A” malafungsi

14

Rangkaian camshaft position sensor “A”

18

Rangkaian knock sensor 1

29

Rangkaian A/F sensor range/performance malafungsi (bank 1 sensor 1)

31

Rangkaian manifold absolute pressure/barometric pressure

41

Rangkaian throttle /pedal posisi sensor /switch “A”

42

Rangkaian temperature system pendingin

44

System signal air conditioner evaporator temperature sensor

51

Malafungsi pada rangkaian switch stop A/C

53

Rangkaian signal starter

53
Rangkaian control udara idle

75

Rangkaian VVT sensor/camshaft position sensor range/performance terdapat problem (bank 1)




3. Honda
Kode kedipan

Alokasi Gangguan/Kerusakan

1

Primary oxygen sensor (HO2S) sensor 1
2

Rear heated oxygen sensor
3

Manifold absolute pressure sensor (MAP)
4

Crankshaft position sensor (CKP)
6

Engine coolant temperature (ECT) sensor
7

Throttle position sensor
8

Top dead centre position sensor (TDC)
9

No. 1 cylindre position sensor (CYP)
10

Intake air temperatue (IAT) sensor
12

Exhaust gas recirculation (EGR) system
13

Barometric pressure (BARI) sensor
14

Idle air control (IAC) valve
15

Ignation output signal
16

Fuel Injector
17

Vehicle speed sensor (VSS)
20

Electric load detector
30

A/T FI signal A
31

A/T FI signal B
41

Oxygen sensor heater
43

Fuel supply system


4. Suzuki
Kode kedipan

Alokasi Gangguan/Kerusakan
12

Normal
13

H2O sensor
14

ECT sensor
15

ECT sensor
21

TP sensor
22

TP sensor
23

IAT sensor
24

VSS
25

IAT sensor
31

MAP sensor
32

MAP sensor
42

CKP sensor
47

CMP sensor
61

Direct clutch solenoid
62

Direct clutch solenoid
63

2nd brake solenoid
64

2nd brake solenoid
72

Transmission range switch
ON

ECM (Engine Control Modul)




DAFTAR PUSTAKA
TAM Toyota Astra Motor Manual
Training Center PT. Astra Daihatsu Motor
Modul DIKLAT System Bahan Bakar Injeksi VEDC Malang
Honda Corporation Training Manual
Indo Mobil Training Manual Suzuki








Comments

Popular Posts