Bahan Bakar Alternatif Minyak Biji Jarak

 Bahan Bakar Alternatif Minyak Biji Jarak

 

Minyak jarak adalah minyak nabati yang diperoleh dari ekstraksi biji tanaman jarak (Ricinus communis). Dalam bidang farmasi dikenal pula sebagai minyak kastroli.Minyak ini serba guna dan memiliki karakter yang khas secara fisik. Pada suhu ruang minyak jarak berfasa cair dan tetap stabil pada suhu rendah maupun suhu sangat tinggi. Minyak jarak diproduksi secara alami dan merupakan trigliserida yang mengadung 90% asam ricinoleat. Minyak jarak juga merupakan sumber utama asam sebasat, suatu asam dikarboksilat.Pemanfaatan minyak jarak dan turunannya (derivat) sangat luas dalam berbagai industri: biodiesel,  sabun, pelumas, minyak rem dan hidraulik, cat, pewarna, plastik tahan dingin, pelindung (coating), tinta, malam dan semir, nilon, farmasi (1% dari total produk dunia), dan parfum.Racun ricin merupakan produk sampingan dari proses pengolahan minyak jarak.Sebagai bahan farmasi, minyak jarak atau minyak kastroli (nama yang redundan!) digunakan untuk menetralisasi rasa kembung (konstipasi) dan merangsang pemuntahan. Konsumsi tinggi (di bawah dosis letal) minyak ini pada perempuan yang siap melahirkan dapat menginduksi persalinan.Minyak jarak juga memiliki sejarah kelam dalam bidang politik karena digunakan oleh rezim fasis Italia yang dipimpin diktator Benito Mussolini untuk menyiksa penentang-penentangnya di era Perang Dunia II.

(sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Minyak_jarak)

INDONESIA sangat banyak memiliki varian tumbuhan yang menghasilkan minyak, mulai dari kelapa, kelapa sawit, jarak, dan masih banyak tumbuhan lain yang menghasilkan minyak. Tumbuh-tumbuhan ini belum dimanfaatkan dengan baik. Hal ini terutama tidak adanya penelitian teknologi terkait sumber daya hayati ini.

Padahal, bahan bakar alternatif  dari tumbuhan  sudah pasti akan menjadi bahan bakar ramah lingkungan paling dicari di masa depan. Ketika persediaan minyak  bumi dunia semakin sedikit dan harga minyak dunia semakin mahal. Selain itu, minyak ini terbakarnya cenderung sempurna, terbakar teratur dan tanpa jelaga. Hal yang menarik adalah minyak ini dapat dihasilkan kembali.

Sampai saat ini, pengelolaan terbesar atas tumbuhan adalah kelapa dan kelapa sawit. Namun minyak  dari kedua jenis tumbuhan ini sudah ditetapkan sebagai minyak konsumsi, sehingga tidak ekonomis dijadikan bahan bakar. Selain harga akan lebih besar dijual sebagai bahan makanan, harga di pasar pun cenderung sudah tinggi. Ini menjadikan minyak dari kedua tumbuhan ini tidak ekonomis dan merugikan dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif.

 Minyak  jarak  adalah minyak yang saat ini dilirik sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan dan dapat diproduksi kembali. Namun sampai saat ini, industri dan perkebunan jarak tidak se-intensif kelapa dan kelapa  sawit,  selain adanya tekanan dari  negara lain berupa kebijakan standarisasi yang mengacu kepada teknologi Eropa dan Amerika.

       Menurut  analisis kimia, bahan bakar beroksigen menimbulkan risiko oksidasi terhadap komponen mesin pemakai, dan kemungkinan oksidasi biologis yang mengakibatkan penyimpanan bahan bakar bio ini lebih sulit dari pada bahan bakar minyak bumi.

Meskipun demikian, minyak jarak sangat memiliki prospek ke depan yang lebih cerah sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan. Untuk itu, tidak ada  salahnya dikembangkan demi kehidupan yang lebih baik bagi  lingkungan sekitar.

Jarak (Ricinus communis) adalah tumbuhan liar setahun (annual) dan biasa terdapat di hutan, tanah kosong, di daerah pantai, namun sering juga dikembangbiakkan dalam perkebunan. Tanaman ini tergolong tanaman perdu, memiliki daun tunggal menjari antara 7 - 9, berdiameter 10-40 cm.

Minyak jarak adalah minyak nabati yang diperoleh dari ekstraksi biji tanaman jarak (Ricinus communis). Dalam bidang farmasi dikenal pula sebagai minyak kastroli. Sejenis tanaman pagar  yang dapat hidup  dan ditanam dimana saja dengan lingkungan tanah yang tidak  suburpun tetap hidup, sehingga pengelolaanya sangat mudah dan tidak perlu biaya yang besar untuk merawatnya.

“Minyak ini serbaguna dan memiliki karakter yang khas secara fisik. Pada suhu ruang minyak jarak berfasa cair dan tetap stabil pada suhu rendah maupun suhu sangat tinggi, “ kata Mahasiswi FKIP Universitas Riau, Dwi Marita Febriani.Minyak jarak diproduksi secara alami dan merupakan trigliserida yang mengadung 90 persen asam ricinoleat. Minyak jarak juga merupakan sumber utama asam sebasat, suatu asam dikarboksilat.(lia-gsj/dac).m.riaupos.co

(sumber : http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=13980&kat=11)

     Kandungan unsur kimia dalam minyak jarak

Dalam minyak  jarak hanya mengandung 90% asam ricinoleat dan asam sebasat.

A.    Proses Pembuatan Bahan Bakar Alternatif (minyak jarak)

   Minyak biji jarak merupakan jenis minyak yang tergolong baru, yang akhir-akhir ini dipopulerkan untuk bisa dijadikan sebagai minyak biodiesel untuk pengganti bahan bakar fosil yang mulai menipis ketersediaannya, minyak jarak merupakan minyak berjenis minyak nabati yang berasal dari biji tanaman jarak yang melalui berbagai tahapan seperti melali proses ekstraksi dengan menggunakan mesin pengepres minyak.

    Ekstraksi yang dihasilkan dari tanaman tersebut telah memberikan dan meningkatkan nilai ekonomi lebih terhadap pohon jarak itu sendiri, tanaman ini sendiri dapat menghasilkan 40 ton biji per hektare dengan harga jual biji sekitar 2000 per kilogram.

    Bahan yang terkandung pada biji dan minyak jarak adalah yaitu terdiri dari 75% kernel (daging biji) dan 25% kulit dengan komposisiKimia.Minyak jarak mempunyai kandungan asam lemak.

   Komposisi kimia biji jarak yaitu: Minyak 54 %.karbohidrat 13%, Serat 12,5%,Abu 2,5 % , Protein 18%Kandungan asam lemak minyak biji jarak Asam Asam Risinoleat 86 %,Asam Oleat 8.5 % AsamLinoleat 3.5 % ,Asam Stearat 0.5-2.0 %, Asam Dihidroksi Stearat 1-2 %.

Proses Pengolahan Minyak Biji Jarak sendiri meliputi:

 1. pengeringan buah jarak untuk mengeluarkan biji dari buah jarak

2. pengeringan biji jarak hingga diperoleh kadar air biji 6%

3. pemisahan kulit biji (cangkang) dengan daging biji yang dapat dilakukan secara manual atau menggunakan mesin pemisah biji jarak, dan

4. proses pemanasan daging biji (steam) pada suhu 170 Derajat C selama 30 menit. Proses Pembuatan Minyak Jarak Minyak jarak dapat diperoleh dari biji jarak yang sudah tua dan diproses dengan cara pengepresan.

   Disini biji jarak yang digunakan adalah biji jarak pagar dari buah yang sudah cukup tua, yang ditandai dengan kulit buah yang sudah menguning. Buah yang masih berkulit ini kemudian dijemur selama 3 hari hingga kering dan kulitnya menjadi pecah dengansendirinya.

   Untuk memisahkan bagian biji dengan kulit buah dilakukan dengan menggunakan alat pemisah biji. 1383178238222737819

1383178238222737819 Dengan alat tersebut, biji utuh yang diperoleh sekitar 48% dan biji pecah 3%.

    Biji yang sudah dipisahkan dari cangkangnya kemudian diberi pemanasan pendahuluan, yaitu berupa pemanasan dengan uap pada suhu 170 Derajat C selama 30 menit, pemanasan dengan oven padasuhu 105 Derajat C selama 30 menit serta pemanasan dengan penggongsengan biji sehingga biji cukuppanas untuk dilakukan pengepresan.

     Cara Membuat Minyak Biji Jarak Jemur biji jarak selama 2 hari, setelah itu pecahkan untuk memisahkan antara daging dan kulit. Kemudian daging biji jarak di giling dan diperas. 3 kilogram biji jarak bisa menghasilkan 1 liter minyak jarak yang bisa digunakan untuk sebagai bahan pengganti solar

B.     Karakteristik Minyak Biji Jarak

 Sebagai  suatu  bahan  bakar  yang  akan  diaplikasikan  pada  sebuah mesin, maka bahan bakar harus memenuhi beberapa kriteria yang  disebut  dengan  karakteristik  bahan  bakar  yang  dibandingkan  dengan bahan bakar standar melalui beberapa pengujian yang telah ditentukan  berdasarkan  standar  mutu  internasional  bahan  bakar  yaitu  dari  American  Standard  and  Testing  Material  (ASTM). Beberapa   karakteristik   bahan   bakar   biodiesel   hasil   pengujian   laboratorium dapat disajikan pada tabel 2. Berdasarkan  tabel  2  dapat  diketahui  kualitas  biodiesel  yang  dikembangkan   dan   campuran   biodiesel dengan   solar   memiliki   karakteristik yang hampir sama bahkan pada beberapa hal memiliki kualitas  dan  karakteristik  yang  lebih  baik.  Dari hasil  pengujian  berat  jenis  (specific  gravity)  diperoleh  hasil  bahwanilai  ini  masih  pada  batas  yang  dipersyaratkan  oleh  SNI  04-7182-2006 

untuk  bio  diesel  yaitu  sebesar  0.85    0.89  kg/m3baik  pada  fraksi 

100% maupun pada campuran 5 – 20%. Flash poinhasil pengujian menunjukkan hasil antara 165 – 17oC, sementara flash point yang disyaratkan hanya minimum 100oC. Demikian juga untuk beberapa 33

Jurnal Penelitian Saintek, Vol. 13, No. 1, April 2008: 19-46 parameter  lainnya  menunjukkan  nilai  yang  masih  berada  pada  range yang cukup sebagai bahan bakar motor diesel. 

  Besarnya water content sebesar 0,2% volume untuk biodiesel 100%,   yang dikarenakan   masih   kurang   sempurnanya   proses   pengeringan sehingga  kandungan  airnya  masih  cukup  tinggi  bila  dibandingkan dengan minya diesel maupun fraksi campuran antara bio  diesel  dengan minyak  diesel.  Besarnya  water  content  ini  akan  menyebabkan  penyerapan  energi  panas  yang  cukup  besar  dalam  34 Pemanfaatan Minyak Jarak Pagar Sebagai Bahan Bakar Alternatif Mesin Diesel (Suhartanta dan Zainal Arifin) proses  pembakaran  sehingga  energi panas  yang  dihasilkan  dari  proses pembakaran akan semakin  menurun.  Untu itu  penggunaan  biodiesel  100%  dalam  pengujian  belum  dapat  direkomendasikan.  Namun  hal  ini  menunjukkan  bahwa  bahan  bakar  bio  diesel  dari  minyak  jarak  memiliki  karaktristik  yang  cukup  baik  dan  sama  dengan   karakteristik   minyak   diesel,   sehingga   dapat   digunakan   sebagai bahan bakar pada motor diesel. Sebagai    sebuah    parameter    yang    sangat    penting    pada    karakteristik motor, torsi dalam penelitian ini diukur pada dynamo-meter,  sebagai  suatu  output  hasil  pembakaran  yang  terjadi  pada  silinder.  campuran   antara   solar   dengan   biodiesel   minyak   jarak   pada   berbagai  fraksi  menunjukkan hasil  bahwa  penggunaan  biodiesel  dapat  memperbaiki  torsi  motor  pada  berbagai  tingkat  rpm  dengan  hasil  yang  paling  tinggi  dicapai  oleh  campuran  bio  diesel  20%.  Dari  grafik  torsi  di  bawah  dapat  diamati  besarnya  torsi  yang  dihasilkan  memiliki  nilai  yang  lebih  baik  daripada  solar  100%.  Besarnya  torsi  yang  dihasilkanmenunjukkan  adanya  perbedaan  yang  cukup  besar  terutama  pada  putaran  tinggi,  dimana  torsi  yang  dapat  dihasilkan  lebih  besar  dibandingkan  dengan  minyak  diesel  100%. Bahan bakar mesin diesel sebagian besar terdiri dari senyawa hidrokarbon dan senyawa  nonhidrokarbon.  Senyawa  hidrokarbon  yang   dapat   ditemukan   dalam   bahan   bakar   diesel antara   lain parafinik,    naftenik,    olefin dan aromatik. Untuk senyawa    nonhidrokarbon  terdiri  dari  senyawa  yang  mengandung  unsur  non  logam, yaitu S, N, O dan unsur logam seperti vanadium, nikel dan besi.  Beberapa  karakteristik  bahan  bakar  motor  diesel  yang  paling  utama  diantaranya  adalah:

 1)  Berat  Jenis  (Specific  Gravity)

 2)  Viskositas (Viscosity)  

 3) Nilai   Kalori(Calorific Value)

 4) Kandungan Sulfur (Sulphur Content)

 5) Daya Pelumasan

 6) Titik Tuang (Pour Point)

 7) Titik Nyala (Flash point)

 8) Angka Cetane (Cetane  Number)

 9)  Kandungan  Arang

 10) Kadar  Abu (Ash  Content)

 

 

C.    Potensi Pengembangan Minyak Biji Jarak di Indonesia

 

  Pengembangan minyak nabati di Indonesiadilakukan untuk mengantispasi bahan bakar minyak berbasis fosil yang makin langka danharga makin mahal sehingga mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Disamping itu pengembangan tanaman jarak diseluruh indonesia khususnya pada lahan marjinal sebesar 1.5 juta ha dilakukan dalam rangka mencapai sasaran kebijakan energi nasional bahwa porsi bahan bakar nabati (biofuel) sebesa 5 % dari energi mix pada tahun 2025. Penggunaan jarak pagar diharapkan dapat menggantikan biodiesel yang berasal dari bahan pangan (edible oil) seperti CPO yang akan mempengaruhi tarik menarik kepentingan suplai dan permintaan bahan pangan dan minyak nabati yang saat ini untuk kebutuhan pangan harganya makin mahal dari harga tertinggi tahun 2006 -2007 sebesar US$ 511 per ton (Elisabeth,2006) Dengan berkembangnya tanaman jarak yang dihasilkan akan menjadi masalah baru apabila tidak didukung oleh fasilitas pengolahan sesuai dengan hasil biji jarak yang dihasilkan oleh masyarakat/petani. Untuk itu dalam rangka meningkatkan kemampuan nasional dalam teknologi penyediaan minyak bakar nabati yang ramah lingkungan serta kemampuan proses pengolahan biji jarak untuk menghasilkan minyak jarak murni/netral (Pure Jatropha Oil / PJO), Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) telah menyediakan lahan seluas 1500 hektar untuk dikembangkan sebagai lahan penanaman jarak pagar skala perkebunan tanaman rakyat, dilengkapi dengan fasilitas pengolahan untuk menampung hasil biji jarak sebesar 18 ton/hari dan menghasilkan minyak jarak sebesar 6 ton/hari atau sekitar 1800 ton/tahun.

   Untuk dapat memperoleh teknologi pembuatan biodiesel pada skala komersial, maka perlu dilakukan riset dan pengembangan, sehingga diperoleh proven technology atau teknologi yang teruji kehandalannya. Sebagai salah satu lembaga riset dan pengembangan teknologi, maka Engineering Center BPPT telah melakukan pengembangan BIODIESEL.

 

Adapun tahapan menuju skala komersial sebagai berikut :

 

1.    Riset dan Optimasi Proses Pembuatan BIODIESEL

2.    Untuk memperoleh proses produksi yang paling efisien dan optimum, dilakukan riset di laboratorium.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

D.    Sistem Bahan Bakar ( Common Rail CRDI )

 

  Sistem ini menggunakan accumulation chamber yang disebut rail. Pada Chevrolet Captiva Diesel rail memiliki tekanan bahan bakar mencapai 1.600 bar yang berasal dari high pressure pump. Maka umumnya pada diesel berteknologi ini ada dua pompa yang bertugas mengantarkan bahan bakar, yaitu fuel pump yang biasanya terletak pada tangki bahan bakar dan high pressure pump yang memberikan tekanan tinggi pada rail tersebut. Setelah bahan bakar berada pada rail, injector dikontrol secara elektronik oleh solenoid valve yang bertugas menyemprotkan bahan bakar bertekanan tersebut ke dalam silinder. Oleh karena pada seluruh injector tersebut memiliki tekanan yang sama, maka disebutlah common rail.

 

   Engine Control Module (ECM) bertugas mengkontrol sistem penyemprotan seperti tekanan injeksi, jumlah injeksi, dan timing injeksi. Keuntungan dari kontrol ini:

    Tekanan penyemprotan: Memungkinkan penyemprotan tekanan tinggi pada saat putaran mesin rendah dan mengoptimalkan pengurangan partikel gas buang dan NOx.

    Jumlah penyemprotan: Memungkinkan adanya penyemprotan awal sebelum penyemprotan utama. Efeknya adalah pengurangan vibrasi dan kebisingan mesin.

    Timing penyemprotan: Memungkinkan waktu penyemprotan bisa dilakukan sesuai kebutuhan.

Teknologi common rail yang lebih maju lagi memungkinkan lima kali penyemprotan dalam satu kali putaran piston (stroke).

 

 

 

Berikut gambaran umum sistem common rail:

 

Ø  Fuel Tank

Ø  Overall Immersed Pump Complete With Level Indicator Command

Ø  Fuel Introduction Pipe

Ø  Multifunctional Valve

Ø  Cartridge For Diesel Filter

Ø  Pressure Pump

Ø  High Pressure Connecting Pipe

Ø  Allotment Collector

Ø  Electronic Injectors

Ø  Electronic Injectors Recycle

Ø  Return Collector (Low Pressure)

Ø  Pressure Regulator

Ø  Fuel Temperature Sensor

Ø  Fuel Pressure Sensor

Ø  Diesel Heater

Ø  Heat Switch

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

E.     Cara Kerja Sistem Bahan Bakar ( Common Rail CRDI )

 

  Prinsip kerja sistem common rail sebenarnya sama dengan sistem bahan bakar diesel konvensional. Sama-sama menggunakan tekanan tinggi pada solar, tapi perbedaannya ada pada pola tekanan solar.

    Pada mesin diesel konvensional tekanan solar akan dinaikan hanya saat timing pengapian tercapai. Artinya tekanan solar pada mesin diesel konvensional berlangsung dengan interval tertentu.

    Pada mesin diesel common rail tekanan solar akan dinaikan secara konstan selama mesin hidup. Jadi tekanan solar akan selalu tinggi dan yang mengatur timming adalah pembukaan injektor oleh solenoid.

 

1. Saat kunci kontak ON

Saat kunci kontak ON fuel pump akan bekerja beberapa detik hal ini bertujuan untuk menaikan tekana awal solar setelah mesin mati. Perlu diketahui ketika mesin mati dalam waktu lama tekanan solar didalam saluran solar bisa semakin drop. Kalau tekanan drop maka berpotensi masuk angin.

Jadi saat kunci kontak baru ON, anda akan mendengar bunyi dengung pada tanki selama beberapa detik. Ini adalah bunyi fuel pump yang sedang bekerja.

Hasilnya, tekanan solar didalam saluan bahan bakar bisa naik sesuai standar tekanan solar. Disisi lain, saat kunci kontak ON maka main relay aktif sehingga arus listrik dari aki disalurkan ke ECM dan beberapa sensor.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCeHoG7pQ-jbGNGYAeDCH7FvJLq7PKeTakCCew7s_IV5sbfGUn2PPLQVQnX_0bOl5txSV9ZNbAtb-QOZDCslQLEOtqSL17L9pt-_syJMIa8Q7liSH2l5Q0R70R84OvjM6iCL-eUIkt3JNU/s400/inject.JPG

 

 

2. Saat start

 

   Ketika kita tekan tombol starter, poros engkol mesin akan berputar sehingga pompa tekanan tinggi juga akan berputar. Hal ini menyebabkan tekanan solar naik hingga 2000 Kg/Cm2. Advertisement. Solar bertekanan tinggi tersebut akan disimpan didalam komponen yang bernama fuel rail, anda bisa mengetahuinya dengan melihat bentuk dari komponen ini yang seperti pipa besi memanjang dengan beberapa channel menuju injektor. Disaat yang sama, skema kelistrikan common rail juga bekerja. Skema kelistrikan ini akan mengontrol kapan dan berapa lama injektor membuka. Hasilnya, karena tekanan solar sudah tinggi maka saat injektor membuka solar bisa mengabut kedalam ruang bakar. Dan terjadilah pembakaran didalam ruang bakar secara berkelanjutan atau mesin running.

 

 

 

 

 

 

 

F.     Perawatan yang Diperlukan

 

   Perawatan mesin diesel berfungsi untuk menjaga performa serta kesehatan mesin tersebut. Perlu diketahui, mesin diesel memiliki tekanan kompresi hingga 30 - 45 Kg/cm2 dengan suhu mencapai 550 °C. Sementara tekanan common rail bisa mencapai 1600 bar. Artinya mesin diesel common rail bekerja pada kondisi yang ekstrim. Sehingga merawat mesin ini wajib dilakukan agar kesehatan dan performa tetap terjaga.

 

Tips untuk merawat mesin diesel common rail adalah sebagai berikut ;

 

1. Jaga kebersihan filter udara

 

 Air filter adalah sebuah komponen yang berfungsi menyaring debu dan kotoran yang terbawa oleh udara pada air induction system. Baik mesin bensin atau diesel, filter udara harus dijaga kebersihanya. Khusus untuk mesin diesel common rail, debu yang masuk ke dalam mesin bisa mengakibatkan kerusakan komponen injector. Teknisnya, ketika debu atau kotoran tersebut ikut terkompresi pada mesin, maka debu itu bisa menyumbat lubang injector yang super mini. Sehingga menghambat pasokan bahan bakar ke mesin. Untuk itu, pastikan cek selalu kebersihan filter udara Mobil anda paling tidak dalam rentang 5.000 KM pemakaian atau lebih cepat bila medan yang anda lalui merupakan daerah berdebu.

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Perhatikan kualitas bahan bakar

 

   Kualitas bahan bakar juga menjadi faktor penting dalam sistem bahan bakar common rail. Sistem common rail berbeda dengan diesel konvensional yang bekerja secara mekanis. Sistem ini sudah dikendalikan secara elektronik dengan tingkat akurasi yang tinggi. Sehingga masalah kualitas bahan bakar juga berimbas pada masalah common rail.

 

Tiap jenis bahan bakar khusunya solar memiliki kriteria dan sifat yang berbeda - beda. Pada diesel konvensional, tidak terlalu sensitif terhadap perbedaan nilai cetane. Tapi pada sistem common rail tekanan bahan bakar sudah diatur. Nilai cetane yang tidak sesuai dapat menyebabkan miss fire. Selain cetane number, kandungan sulfur juga menjadi faktor penting pada sistem ini.

 

Pastikan pahami spesifikasi bahan bakar sebelum melakukan pengisian bahan bakar. Hal itu dikarenakan setiap Mobil memiliki spesifikasi tekanan bahan bakar dan kompresi berbeda. Sehingga jenis bahan bakar juga berbeda. Bahan bakar seperti Pertamina Dex atau Shell Diesel menjadi jenis yang tepat untuk mesin diesel common rail.

 

3.      Lakukan penggantian fuel filter secara rutin.

 

  Seperti halnya air filter, fuel filter juga menjadi komponen penyaring. Tapi bukan udara yang disaring, melainkan bahan bakar. Kebersihan fuel filter harus dijaga karena kandungan air dan kotoran yang terbawa oleh aliran bahan bakar akan menyumbat komponen - komponen sistem common rail. Injector adalah komponen paling rawan terkena imbas dari masalah ini. Banyak kejadian Stuck injector yang disebabkan penyaringan bahan bakar yang tidak maksimal.

 

Untuk menghindari hal diatas, anda perlu melakukan penggantian fuel filter secara rutin sesuai jadwal service. Filter ini harus diganti karena bersifat sekali pakai yang tidak bisa dibersihkan. Penggantian fuel filter umumnya berada dalam rentangan 30.000 - 40.000 KM.

 

4. Hindari penggunaan fuel manipulator

 

   Fuel manipulator adalah sebuah stand alone ECU atau piggyback yang dirangkai bersama sistem kontrol common rail yang bertujuan untuk mendongkrak tenaga dan Torsi mesin. Cara kerja sistem ini dengan memaksakan bahan bakar agar terinjeksi lebih banyak dari jumlah standar agar pembakaran berlangsung lebih kuat. Karena bersifat memaksakan, tentu akan menimbulkan efek samping pada komponen common rail. Jika untuk keperluan racing atau hobi, bukanlah masalah. Tapi sangat tidak dianjurkan digunakan dalam pemakaian sehari-hari. Jadi, jika ingin mesin anda awet usahakan untuk tidak melakukan instalasi sistem semacam ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A.    Ksipulan

 

Biodiesel merupakan kandidat yang paling dekat untuk menggantikan bahan bakar fosil sebagai sumber energi transportasi utama dunia saat ini. Hal tersebut karena biodiesel merupakan bahan bakar terbaharui yang dapat menggantikan diesel petrol di mesin.

Biodiesel dihasilkan dengan proses transesterifikasi, yaitu mereaksikan minyak tanaman dengan alkohol menggunakan zat basa sebagai katalis pada suhu dan komposisi tertentu, sehingga akan menghasilkan dua zat yang disebut alkil ester (umumnya methyl atau ethyl ester) dan gliserin.

 

Minyak jarak adalah minyak nabati yang diperoleh dari ekstraksi biji tanaman jarak (Ricinus communis). Dalam bidang farmasi dikenal pula sebagai minyak kastroli.Minyak ini serba guna dan memiliki karakter yang khas secara fisik. Pada suhu ruang minyak jarak berfasa cair dan tetap stabil pada suhu rendah maupun suhu sangat tinggi. Minyak jarak diproduksi secara alami dan merupakan trigliserida yang mengadung 90% asam ricinoleat. Minyak jarak juga merupakan sumber utama asam sebasat, suatu asam dikarboksilat.Pemanfaatan minyak jarak dan turunannya (derivat) sangat luas dalam berbagai industri: biodiesel,  sabun, pelumas, minyak rem dan hidraulik, cat, pewarna, plastik tahan dingin, pelindung (coating), tinta, malam dan semir, nilon, farmasi (1% dari total produk dunia), dan parfum.Racun ricin merupakan produk sampingan dari proses pengolahan minyak jarak.

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anonim.  (2005).  Development  Jatropha  Curcus  Plantation  AsA  Source  of  Row  material  for  Biodiesel,  Directorate  General  Of Estate Crops, Jakarta, June.

 

Andi  Nur  Alamsyah.  (2006).  Biodiesel  Jarak  Pagar  Bahan    Bakar  Alternatif   yang   Ramah   Lingkungan Jakarta: Agromedia   Pustaka

 

Anton  L.  Wartawan.(1983).  Minyak  pelumas  (Pengetahuan  dan  Cara Penggunaan). Jakarta: Penerbit Gramedia.

 

Balai Rekayasa Desain dan Sistem Teknologi BPPT (2003). ”Laporan    Kegiatan    Pengembangan    Biodiesel    Sebagai    Energi Alternatif”. Jakarta.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Minyak_jarak

sumber: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=13980&kat=11

Comments

Popular Posts