Bahan Bakar Alternatif Minyak Biji Jarak
Bahan Bakar Alternatif Minyak Biji Jarak
Minyak
jarak adalah minyak nabati yang diperoleh dari ekstraksi biji tanaman jarak
(Ricinus communis). Dalam bidang farmasi dikenal pula sebagai minyak
kastroli.Minyak ini serba guna dan memiliki karakter yang khas secara fisik.
Pada suhu ruang minyak jarak berfasa cair dan tetap stabil pada suhu rendah
maupun suhu sangat tinggi. Minyak jarak diproduksi secara alami dan merupakan
trigliserida yang mengadung 90% asam ricinoleat. Minyak jarak juga merupakan
sumber utama asam sebasat, suatu asam dikarboksilat.Pemanfaatan minyak jarak
dan turunannya (derivat) sangat luas dalam berbagai industri: biodiesel, sabun, pelumas, minyak rem dan hidraulik,
cat, pewarna, plastik tahan dingin, pelindung (coating), tinta, malam dan
semir, nilon, farmasi (1% dari total produk dunia), dan parfum.Racun ricin
merupakan produk sampingan dari proses pengolahan minyak jarak.Sebagai bahan
farmasi, minyak jarak atau minyak kastroli (nama yang redundan!) digunakan
untuk menetralisasi rasa kembung (konstipasi) dan merangsang pemuntahan.
Konsumsi tinggi (di bawah dosis letal) minyak ini pada perempuan yang siap
melahirkan dapat menginduksi persalinan.Minyak jarak juga memiliki sejarah
kelam dalam bidang politik karena digunakan oleh rezim fasis Italia yang
dipimpin diktator Benito Mussolini untuk menyiksa penentang-penentangnya di era
Perang Dunia II.
(sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Minyak_jarak)
INDONESIA sangat banyak memiliki varian tumbuhan yang menghasilkan minyak, mulai dari kelapa, kelapa sawit, jarak, dan masih banyak tumbuhan lain yang menghasilkan minyak. Tumbuh-tumbuhan ini belum dimanfaatkan dengan baik. Hal ini terutama tidak adanya penelitian teknologi terkait sumber daya hayati ini.
Padahal, bahan bakar alternatif dari tumbuhan sudah pasti akan menjadi bahan bakar ramah lingkungan paling dicari di masa depan. Ketika persediaan minyak bumi dunia semakin sedikit dan harga minyak dunia semakin mahal. Selain itu, minyak ini terbakarnya cenderung sempurna, terbakar teratur dan tanpa jelaga. Hal yang menarik adalah minyak ini dapat dihasilkan kembali.
Sampai
saat ini, pengelolaan terbesar atas tumbuhan adalah kelapa dan kelapa sawit. Namun
minyak dari kedua jenis tumbuhan ini
sudah ditetapkan sebagai minyak konsumsi, sehingga tidak ekonomis dijadikan
bahan bakar. Selain harga akan lebih besar dijual sebagai bahan makanan, harga
di pasar pun cenderung sudah tinggi. Ini menjadikan minyak dari kedua tumbuhan
ini tidak ekonomis dan merugikan dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif.
Menurut analisis kimia, bahan bakar beroksigen
menimbulkan risiko oksidasi terhadap komponen mesin pemakai, dan kemungkinan
oksidasi biologis yang mengakibatkan penyimpanan bahan bakar bio ini lebih
sulit dari pada bahan bakar minyak bumi.
Meskipun
demikian, minyak jarak sangat memiliki prospek ke depan yang lebih cerah
sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan. Untuk itu, tidak ada salahnya dikembangkan demi kehidupan yang
lebih baik bagi lingkungan sekitar.
Jarak
(Ricinus communis) adalah tumbuhan liar setahun (annual) dan biasa terdapat di
hutan, tanah kosong, di daerah pantai, namun sering juga dikembangbiakkan dalam
perkebunan. Tanaman ini tergolong tanaman perdu, memiliki daun tunggal menjari
antara 7 - 9, berdiameter 10-40 cm.
Minyak
jarak adalah minyak nabati yang diperoleh dari ekstraksi biji tanaman jarak
(Ricinus communis). Dalam bidang farmasi dikenal pula sebagai minyak kastroli.
Sejenis tanaman pagar yang dapat
hidup dan ditanam dimana saja dengan
lingkungan tanah yang tidak suburpun
tetap hidup, sehingga pengelolaanya sangat mudah dan tidak perlu biaya yang
besar untuk merawatnya.
“Minyak ini
serbaguna dan memiliki karakter yang khas secara fisik. Pada suhu ruang minyak
jarak berfasa cair dan tetap stabil pada suhu rendah maupun suhu sangat tinggi,
“ kata Mahasiswi FKIP Universitas Riau, Dwi Marita Febriani.Minyak jarak
diproduksi secara alami dan merupakan trigliserida yang mengadung 90 persen
asam ricinoleat. Minyak jarak juga merupakan sumber utama asam sebasat, suatu
asam dikarboksilat.(lia-gsj/dac).m.riaupos.co
(sumber : http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=13980&kat=11)
Kandungan unsur kimia dalam minyak jarak
Dalam minyak jarak hanya mengandung 90% asam ricinoleat dan asam sebasat.
A. Proses Pembuatan Bahan Bakar Alternatif (minyak jarak)
Minyak biji jarak merupakan jenis minyak yang tergolong baru, yang akhir-akhir ini dipopulerkan untuk bisa dijadikan sebagai minyak biodiesel untuk pengganti bahan bakar fosil yang mulai menipis ketersediaannya, minyak jarak merupakan minyak berjenis minyak nabati yang berasal dari biji tanaman jarak yang melalui berbagai tahapan seperti melali proses ekstraksi dengan menggunakan mesin pengepres minyak.
Ekstraksi yang dihasilkan dari tanaman tersebut telah memberikan dan meningkatkan nilai ekonomi lebih terhadap pohon jarak itu sendiri, tanaman ini sendiri dapat menghasilkan 40 ton biji per hektare dengan harga jual biji sekitar 2000 per kilogram.
Bahan yang terkandung pada biji dan minyak jarak adalah yaitu terdiri dari 75% kernel (daging biji) dan 25% kulit dengan komposisiKimia.Minyak jarak mempunyai kandungan asam lemak.
Komposisi kimia biji jarak yaitu: Minyak 54 %.karbohidrat 13%, Serat 12,5%,Abu 2,5 % , Protein 18%Kandungan asam lemak minyak biji jarak Asam Asam Risinoleat 86 %,Asam Oleat 8.5 % AsamLinoleat 3.5 % ,Asam Stearat 0.5-2.0 %, Asam Dihidroksi Stearat 1-2 %.
Proses Pengolahan Minyak Biji Jarak sendiri meliputi:
1. pengeringan buah jarak untuk mengeluarkan
biji dari buah jarak
2. pengeringan
biji jarak hingga diperoleh kadar air biji 6%
3. pemisahan kulit
biji (cangkang) dengan daging biji yang dapat dilakukan secara manual atau
menggunakan mesin pemisah biji jarak, dan
4. proses pemanasan daging biji (steam) pada suhu 170 Derajat C selama 30 menit. Proses Pembuatan Minyak Jarak Minyak jarak dapat diperoleh dari biji jarak yang sudah tua dan diproses dengan cara pengepresan.
Disini biji jarak yang digunakan adalah biji jarak pagar dari buah yang sudah cukup tua, yang ditandai dengan kulit buah yang sudah menguning. Buah yang masih berkulit ini kemudian dijemur selama 3 hari hingga kering dan kulitnya menjadi pecah dengansendirinya.
Untuk memisahkan bagian biji dengan kulit
buah dilakukan dengan menggunakan alat pemisah biji. 1383178238222737819
1383178238222737819 Dengan alat tersebut, biji utuh yang diperoleh sekitar 48% dan biji pecah 3%.
Biji yang sudah dipisahkan dari cangkangnya
kemudian diberi pemanasan pendahuluan, yaitu berupa pemanasan dengan uap pada
suhu 170 Derajat C selama 30 menit, pemanasan dengan oven padasuhu 105 Derajat
C selama 30 menit serta pemanasan dengan penggongsengan biji sehingga biji
cukuppanas untuk dilakukan pengepresan.
Cara Membuat Minyak Biji Jarak Jemur biji jarak selama 2 hari, setelah itu pecahkan untuk memisahkan antara daging dan kulit. Kemudian daging biji jarak di giling dan diperas. 3 kilogram biji jarak bisa menghasilkan 1 liter minyak jarak yang bisa digunakan untuk sebagai bahan pengganti solar
B. Karakteristik Minyak Biji Jarak
Sebagai suatu
bahan bakar yang
akan diaplikasikan pada
sebuah mesin, maka bahan bakar harus memenuhi beberapa kriteria yang disebut
dengan karakteristik bahan
bakar yang dibandingkan
dengan bahan bakar standar melalui beberapa pengujian yang telah
ditentukan berdasarkan standar
mutu internasional bahan
bakar yaitu dari
American Standard and
Testing Material (ASTM). Beberapa karakteristik bahan
bakar biodiesel hasil
pengujian laboratorium dapat
disajikan pada tabel 2. Berdasarkan
tabel 2 dapat
diketahui kualitas biodiesel
yang dikembangkan dan
campuran biodiesel dengan solar
memiliki karakteristik yang
hampir sama bahkan pada beberapa hal memiliki kualitas dan
karakteristik yang lebih
baik. Dari hasil pengujian
berat jenis (specific
gravity) diperoleh hasil
bahwanilai ini masih
pada batas yang
dipersyaratkan oleh SNI
04-7182-2006
untuk bio
diesel yaitu sebesar
0.85 – 0.89
kg/m3baik pada fraksi
100%
maupun pada campuran 5 – 20%. Flash poinhasil pengujian menunjukkan hasil
antara 165 – 17oC, sementara flash point yang disyaratkan hanya minimum 100oC.
Demikian juga untuk beberapa 33
Jurnal Penelitian Saintek, Vol. 13, No. 1, April 2008: 19-46 parameter lainnya menunjukkan nilai yang masih berada pada range yang cukup sebagai bahan bakar motor diesel.
Besarnya
water content sebesar 0,2% volume untuk biodiesel 100%, yang dikarenakan masih
kurang sempurnanya proses
pengeringan sehingga
kandungan airnya masih
cukup tinggi bila dibandingkan dengan minya diesel
maupun fraksi campuran antara bio
diesel dengan minyak diesel.
Besarnya water content
ini akan menyebabkan
penyerapan energi panas
yang cukup besar
dalam 34 Pemanfaatan Minyak Jarak
Pagar Sebagai Bahan Bakar Alternatif Mesin Diesel (Suhartanta dan Zainal
Arifin) proses pembakaran sehingga
energi panas yang dihasilkan
dari proses pembakaran akan semakin menurun.
Untu itu penggunaan
biodiesel 100% dalam
pengujian belum dapat
direkomendasikan. Namun hal
ini menunjukkan bahwa
bahan bakar bio
diesel dari minyak
jarak memiliki karaktristik
yang cukup baik
dan sama dengan
karakteristik minyak diesel,
sehingga dapat digunakan
sebagai bahan bakar pada motor diesel. Sebagai sebuah
parameter yang sangat
penting pada karakteristik motor, torsi dalam penelitian
ini diukur pada dynamo-meter,
sebagai suatu output
hasil pembakaran yang
terjadi pada silinder.
campuran antara solar
dengan biodiesel minyak
jarak pada berbagai
fraksi menunjukkan hasil bahwa
penggunaan biodiesel dapat
memperbaiki torsi motor
pada berbagai tingkat
rpm dengan hasil
yang paling tinggi
dicapai oleh campuran
bio diesel 20%.
Dari grafik torsi
di bawah dapat
diamati besarnya torsi
yang dihasilkan memiliki
nilai yang lebih
baik daripada solar
100%. Besarnya torsi
yang dihasilkanmenunjukkan adanya
perbedaan yang cukup
besar terutama pada
putaran tinggi, dimana
torsi yang dapat
dihasilkan lebih besar
dibandingkan dengan minyak
diesel 100%. Bahan bakar mesin diesel sebagian besar terdiri dari senyawa
hidrokarbon dan senyawa nonhidrokarbon. Senyawa
hidrokarbon yang dapat
ditemukan dalam bahan
bakar diesel antara lain parafinik, naftenik,
olefin dan aromatik. Untuk senyawa
nonhidrokarbon terdiri dari
senyawa yang mengandung
unsur non logam, yaitu S, N, O dan unsur logam seperti
vanadium, nikel dan besi. Beberapa karakteristik
bahan bakar motor
diesel yang paling
utama diantaranya adalah:
1) Berat
Jenis (Specific Gravity)
2) Viskositas (Viscosity)
3) Nilai Kalori(Calorific Value)
4) Kandungan
Sulfur (Sulphur Content)
5) Daya Pelumasan
6) Titik Tuang (Pour
Point)
7) Titik Nyala (Flash
point)
8) Angka Cetane (Cetane Number)
9) Kandungan
Arang
10) Kadar Abu (Ash
Content)
C. Potensi
Pengembangan Minyak Biji Jarak di Indonesia
Pengembangan
minyak nabati di Indonesiadilakukan untuk mengantispasi bahan bakar minyak berbasis fosil
yang makin langka danharga makin mahal sehingga mempengaruhi kesejahteraan masyarakat.
Disamping itu pengembangan
tanaman jarak diseluruh indonesia
khususnya pada lahan marjinal sebesar 1.5 juta ha dilakukan dalam rangka
mencapai sasaran
kebijakan energi nasional bahwa porsi bahan bakar nabati (biofuel) sebesa 5 % dari energi mix pada tahun
2025. Penggunaan jarak pagar
diharapkan dapat menggantikan biodiesel yang berasal dari bahan
pangan (edible oil) seperti
CPO yang akan mempengaruhi tarik menarik
kepentingan suplai dan permintaan bahan
pangan dan minyak nabati yang saat ini untuk kebutuhan pangan harganya makin
mahal dari
harga tertinggi tahun 2006 -2007 sebesar US$ 511 per ton
(Elisabeth,2006) Dengan
berkembangnya tanaman jarak yang dihasilkan
akan menjadi masalah baru apabila tidak
didukung oleh fasilitas pengolahan sesuai dengan hasil biji jarak
yang dihasilkan oleh masyarakat/petani.
Untuk itu dalam rangka meningkatkan
kemampuan nasional dalam teknologi
penyediaan minyak bakar nabati yang ramah lingkungan serta kemampuan proses pengolahan biji jarak
untuk menghasilkan minyak jarak
murni/netral (Pure Jatropha Oil / PJO), Pemerintah Kabupaten Ogan
Komering Ulu Timur (OKUT)
telah menyediakan lahan seluas 1500 hektar untuk dikembangkan sebagai lahan penanaman jarak pagar skala perkebunan tanaman rakyat,
dilengkapi dengan fasilitas pengolahan untuk menampung hasil biji jarak sebesar
18 ton/hari dan menghasilkan minyak jarak sebesar 6 ton/hari atau sekitar 1800
ton/tahun.
Untuk dapat
memperoleh teknologi pembuatan biodiesel pada skala komersial, maka perlu
dilakukan riset dan pengembangan, sehingga diperoleh proven technology atau
teknologi yang teruji kehandalannya. Sebagai salah satu lembaga riset dan
pengembangan teknologi, maka Engineering Center BPPT telah melakukan
pengembangan BIODIESEL.
Adapun tahapan menuju skala komersial sebagai berikut :
1.
Riset
dan Optimasi Proses Pembuatan BIODIESEL
2. Untuk memperoleh proses produksi yang paling efisien dan
optimum, dilakukan riset di laboratorium.
D. Sistem
Bahan Bakar ( Common Rail CRDI )
Sistem ini
menggunakan accumulation chamber yang disebut rail. Pada Chevrolet Captiva
Diesel rail memiliki tekanan bahan bakar mencapai 1.600 bar yang berasal dari
high pressure pump. Maka umumnya pada diesel berteknologi ini ada dua pompa
yang bertugas mengantarkan bahan bakar, yaitu fuel pump yang biasanya terletak
pada tangki bahan bakar dan high pressure pump yang memberikan tekanan tinggi
pada rail tersebut. Setelah bahan bakar berada pada rail, injector dikontrol
secara elektronik oleh solenoid valve yang bertugas menyemprotkan bahan bakar
bertekanan tersebut ke dalam silinder. Oleh karena pada seluruh injector
tersebut memiliki tekanan yang sama, maka disebutlah common rail.
Engine Control
Module (ECM) bertugas mengkontrol sistem penyemprotan seperti tekanan injeksi,
jumlah injeksi, dan timing injeksi. Keuntungan dari kontrol ini:
Tekanan penyemprotan: Memungkinkan
penyemprotan tekanan tinggi pada saat putaran mesin rendah dan mengoptimalkan
pengurangan partikel gas buang dan NOx.
Jumlah penyemprotan: Memungkinkan adanya
penyemprotan awal sebelum penyemprotan utama. Efeknya adalah pengurangan
vibrasi dan kebisingan mesin.
Timing penyemprotan: Memungkinkan waktu penyemprotan
bisa dilakukan sesuai kebutuhan.
Teknologi
common rail yang lebih maju lagi memungkinkan lima kali penyemprotan dalam satu
kali putaran piston (stroke).
Berikut
gambaran umum sistem common rail:
Ø
Fuel
Tank
Ø
Overall
Immersed Pump Complete With Level Indicator Command
Ø
Fuel
Introduction Pipe
Ø
Multifunctional
Valve
Ø
Cartridge
For Diesel Filter
Ø
Pressure
Pump
Ø
High
Pressure Connecting Pipe
Ø
Allotment
Collector
Ø
Electronic
Injectors
Ø
Electronic
Injectors Recycle
Ø
Return
Collector (Low Pressure)
Ø
Pressure
Regulator
Ø
Fuel
Temperature Sensor
Ø
Fuel
Pressure Sensor
Ø
Diesel
Heater
Ø
Heat
Switch
E. Cara
Kerja Sistem Bahan Bakar ( Common Rail CRDI )
Prinsip kerja
sistem common rail sebenarnya sama dengan sistem bahan bakar diesel konvensional.
Sama-sama menggunakan tekanan tinggi pada solar, tapi perbedaannya ada pada
pola tekanan solar.
Pada mesin diesel konvensional tekanan
solar akan dinaikan hanya saat timing pengapian tercapai. Artinya tekanan solar
pada mesin diesel konvensional berlangsung dengan interval tertentu.
Pada mesin diesel common rail tekanan solar
akan dinaikan secara konstan selama mesin hidup. Jadi tekanan solar akan selalu
tinggi dan yang mengatur timming adalah pembukaan injektor oleh solenoid.
1.
Saat kunci kontak ON
Saat
kunci kontak ON fuel pump akan bekerja beberapa detik hal ini bertujuan untuk
menaikan tekana awal solar setelah mesin mati. Perlu diketahui ketika mesin
mati dalam waktu lama tekanan solar didalam saluran solar bisa semakin drop.
Kalau tekanan drop maka berpotensi masuk angin.
Jadi
saat kunci kontak baru ON, anda akan mendengar bunyi dengung pada tanki selama
beberapa detik. Ini adalah bunyi fuel pump yang sedang bekerja.
Hasilnya,
tekanan solar didalam saluan bahan bakar bisa naik sesuai standar tekanan
solar. Disisi lain, saat kunci kontak ON maka main relay aktif sehingga arus
listrik dari aki disalurkan ke ECM dan beberapa sensor.

2.
Saat start
Ketika kita
tekan tombol starter, poros engkol mesin akan berputar sehingga pompa tekanan
tinggi juga akan berputar. Hal ini menyebabkan tekanan solar naik hingga 2000
Kg/Cm2. Advertisement. Solar bertekanan tinggi tersebut akan disimpan didalam
komponen yang bernama fuel rail, anda bisa mengetahuinya dengan melihat bentuk
dari komponen ini yang seperti pipa besi memanjang dengan beberapa channel
menuju injektor. Disaat yang sama, skema kelistrikan common rail juga bekerja.
Skema kelistrikan ini akan mengontrol kapan dan berapa lama injektor membuka.
Hasilnya, karena tekanan solar sudah tinggi maka saat injektor membuka solar
bisa mengabut kedalam ruang bakar. Dan terjadilah pembakaran didalam ruang
bakar secara berkelanjutan atau mesin running.
F. Perawatan
yang Diperlukan
Perawatan mesin
diesel berfungsi untuk menjaga performa serta kesehatan mesin tersebut. Perlu
diketahui, mesin diesel memiliki tekanan kompresi hingga 30 - 45 Kg/cm2 dengan
suhu mencapai 550 °C. Sementara tekanan common rail bisa mencapai 1600 bar.
Artinya mesin diesel common rail bekerja pada kondisi yang ekstrim. Sehingga
merawat mesin ini wajib dilakukan agar kesehatan dan performa tetap terjaga.
Tips
untuk merawat mesin diesel common rail adalah sebagai berikut ;
1.
Jaga kebersihan filter udara
Air filter adalah
sebuah komponen yang berfungsi menyaring debu dan kotoran yang terbawa oleh
udara pada air induction system. Baik mesin bensin atau diesel, filter udara
harus dijaga kebersihanya. Khusus untuk mesin diesel common rail, debu yang
masuk ke dalam mesin bisa mengakibatkan kerusakan komponen injector. Teknisnya,
ketika debu atau kotoran tersebut ikut terkompresi pada mesin, maka debu itu
bisa menyumbat lubang injector yang super mini. Sehingga menghambat pasokan
bahan bakar ke mesin. Untuk itu, pastikan cek selalu kebersihan filter udara
Mobil anda paling tidak dalam rentang 5.000 KM pemakaian atau lebih cepat bila
medan yang anda lalui merupakan daerah berdebu.
2.
Perhatikan kualitas bahan bakar
Kualitas bahan
bakar juga menjadi faktor penting dalam sistem bahan bakar common rail. Sistem
common rail berbeda dengan diesel konvensional yang bekerja secara mekanis.
Sistem ini sudah dikendalikan secara elektronik dengan tingkat akurasi yang
tinggi. Sehingga masalah kualitas bahan bakar juga berimbas pada masalah common
rail.
Tiap
jenis bahan bakar khusunya solar memiliki kriteria dan sifat yang berbeda -
beda. Pada diesel konvensional, tidak terlalu sensitif terhadap perbedaan nilai
cetane. Tapi pada sistem common rail tekanan bahan bakar sudah diatur. Nilai
cetane yang tidak sesuai dapat menyebabkan miss fire. Selain cetane number,
kandungan sulfur juga menjadi faktor penting pada sistem ini.
Pastikan
pahami spesifikasi bahan bakar sebelum melakukan pengisian bahan bakar. Hal itu
dikarenakan setiap Mobil memiliki spesifikasi tekanan bahan bakar dan kompresi
berbeda. Sehingga jenis bahan bakar juga berbeda. Bahan bakar seperti Pertamina
Dex atau Shell Diesel menjadi jenis yang tepat untuk mesin diesel common rail.
3.
Lakukan
penggantian fuel filter secara rutin.
Seperti halnya
air filter, fuel filter juga menjadi komponen penyaring. Tapi bukan udara yang
disaring, melainkan bahan bakar. Kebersihan fuel filter harus dijaga karena
kandungan air dan kotoran yang terbawa oleh aliran bahan bakar akan menyumbat
komponen - komponen sistem common rail. Injector adalah komponen paling rawan
terkena imbas dari masalah ini. Banyak kejadian Stuck injector yang disebabkan
penyaringan bahan bakar yang tidak maksimal.
Untuk
menghindari hal diatas, anda perlu melakukan penggantian fuel filter secara
rutin sesuai jadwal service. Filter ini harus diganti karena bersifat sekali
pakai yang tidak bisa dibersihkan. Penggantian fuel filter umumnya berada dalam
rentangan 30.000 - 40.000 KM.
4.
Hindari penggunaan fuel manipulator
Fuel manipulator
adalah sebuah stand alone ECU atau piggyback yang dirangkai bersama sistem
kontrol common rail yang bertujuan untuk mendongkrak tenaga dan Torsi mesin.
Cara kerja sistem ini dengan memaksakan bahan bakar agar terinjeksi lebih
banyak dari jumlah standar agar pembakaran berlangsung lebih kuat. Karena
bersifat memaksakan, tentu akan menimbulkan efek samping pada komponen common
rail. Jika untuk keperluan racing atau hobi, bukanlah masalah. Tapi sangat
tidak dianjurkan digunakan dalam pemakaian sehari-hari. Jadi, jika ingin mesin
anda awet usahakan untuk tidak melakukan instalasi sistem semacam ini.
BAB III
PENUTUP
A. Ksipulan
Biodiesel merupakan kandidat yang paling dekat untuk
menggantikan bahan bakar fosil sebagai sumber energi transportasi utama dunia
saat ini. Hal tersebut karena biodiesel merupakan bahan bakar terbaharui yang
dapat menggantikan diesel petrol di mesin.
Biodiesel
dihasilkan dengan proses transesterifikasi, yaitu mereaksikan minyak tanaman
dengan alkohol menggunakan zat basa sebagai katalis pada suhu dan komposisi
tertentu, sehingga akan menghasilkan dua zat yang disebut alkil ester (umumnya
methyl atau ethyl ester) dan gliserin.
Minyak jarak adalah minyak nabati yang diperoleh dari
ekstraksi biji tanaman jarak (Ricinus communis). Dalam bidang farmasi dikenal
pula sebagai minyak kastroli.Minyak ini serba guna dan memiliki karakter yang
khas secara fisik. Pada suhu ruang minyak jarak berfasa cair dan tetap stabil
pada suhu rendah maupun suhu sangat tinggi. Minyak jarak diproduksi secara
alami dan merupakan trigliserida yang mengadung 90% asam ricinoleat. Minyak
jarak juga merupakan sumber utama asam sebasat, suatu asam
dikarboksilat.Pemanfaatan minyak jarak dan turunannya (derivat) sangat luas
dalam berbagai industri: biodiesel,
sabun, pelumas, minyak rem dan hidraulik, cat, pewarna, plastik tahan dingin,
pelindung (coating), tinta, malam dan semir, nilon, farmasi (1% dari total
produk dunia), dan parfum.Racun ricin merupakan produk sampingan dari proses
pengolahan minyak jarak.
DAFTAR
PUSTAKA
Anonim.
(2005). Development Jatropha Curcus
Plantation AsA Source
of Row material
for Biodiesel, Directorate
General Of Estate Crops, Jakarta,
June.
Andi Nur Alamsyah.
(2006). Biodiesel Jarak Pagar
Bahan Bakar Alternatif
yang Ramah Lingkungan Jakarta: Agromedia Pustaka
Anton L. Wartawan.(1983). Minyak pelumas
(Pengetahuan dan Cara Penggunaan). Jakarta: Penerbit
Gramedia.
Balai Rekayasa Desain dan Sistem Teknologi BPPT (2003). ”Laporan
Kegiatan Pengembangan Biodiesel
Sebagai Energi Alternatif”.
Jakarta.
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Minyak_jarak
sumber: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=13980&kat=11

Comments
Post a Comment